ANALISIS PERBANDINGAN KUAT TEKAN BETON HASIL UJI HAMMER TEST DAN UJI TEKAN LANGSUNG UNTUK FAS 0,60 DAN 0,65 | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

ANALISIS PERBANDINGAN KUAT TEKAN BETON HASIL UJI HAMMER TEST DAN UJI TEKAN LANGSUNG UNTUK FAS 0,60 DAN 0,65


Pengarang

Amirul Mufti - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1304001010121

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (D3) / PDDIKTI : 22401

Penerbit

Banda Aceh : FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SYIAH KUALA., 2017

Bahasa

Indonesia

No Classification

693.5

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Dalam perkembangan bidang kontruksi, beton merupakan salah satu bahan kontruksi yang telah umum digunakan pada bidang pembangunan, kuat tekan beton adalah parameter untuk mengontrol mutu dan kualitas beton. Tujuan untuk meningkatkan kualitas beton dilakukan upaya penelitian dan percobaan di laboratorium, oleh karena itu dalam mengevaluasi kekuatan beton, compression test menjadi standar untuk mengetahui kualitas suatu struktur secara keseluruhan, namun hanya bisa dilakukan dilaboratorium. Terkadang pengujian untuk mengetahui kuat tekan beton tidak selalu bisa dilakukan di laboratorium tapi harus dilakukan langsung di lapangan. Kondisi praktis seperti pengawasan mutu beton dilapangan dibutuhkan alat pengujian untuk mengetahui kuat tekan beton dengan cepat dan praktis serta tidak merusak yaitu dengan menggunakan Hammer Test. Untuk menghasilkan kekuatan tekan dengan metode yang berbeda perlu dilakukan perbandingan hasil pengujian kuat tekan beton di laboratorium dengan menggunakan dua metode yaitu metode hammer dan kuat tekan langsung. Penelitian ini bertujuan membandingkan hasil pengujian kuat tekan beton dengan menggunakan compression strength machine dan pengujian yang bersifat tidak merusak non destructive test dengan alat hammer test untuk memperoleh nilai perbandingan kuat tekan diantara keduanya. Benda uji silinder beton (?15cm x 30cm) untuk faktor air semen yang berbeda (0,60 dan 0,65) diuji pada umur (14, 21 dan 28 hari) dengan kedua metode pengujian. Benda uji untuk setiap umur beton adalah 3 silinder, sehingga total benda uji untuk dua FAS adalah 18 silinder beton. Pengujian awal untuk setiap FAS dilakukan dengan Hammer Test, setelah itu dilakukan pengujian kuat tekan beton menggunakan Compression Strength Machine. Pengumpulan data untuk metode hammer test dilakukan di laboratorium dengan mengambil 10 tembakan pada arah vertical kebawah setiap benda uji dengan spasi jarak pengambilan 2,5cm. Dari hasil penelitian diperoleh nilai persentase rata-rata pada umur beton 14, 21 dan 28 hari untuk FAS 0,60 yaitu 104,4%, 101,5% dan 93,2% sedangkan untuk FAS 0,65 yaitu 102,6%, 102,0% dan 100,3%. Studi ini membuktikan hammer test sudah menghasilkan kuat tekan yang mendekati kuat tekan beton langsung dari alat compression test. Pengujian hammer dilakukan sebagai langkah pendekatan dilapangan apabila uji tekan langsung tidak mungkin dilakukan dengan harapan hasil uji hammer dapat mewakili pengujian kuat tekan beton langsung.


KATA KUNCI : Kuat Tekan Langsung, Hammer Test, FAS 0,60 dan 0,65, Uji Tidak Merusak, Uji Merusak

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK