Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
PENGARUH KERAPATAN ALUR (RILL DENSITY) PADA LAHAN TANPA VEGETASI TERHADAP ESTIMASI EROSI DENGAN METODE USLE
Pengarang
Arief Adkha Santoso - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1204101010068
Fakultas & Prodi
Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2017
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Erosi menyebabkan hilangnya tanah lapisan atas (top soil) dan unsur hara yang sangat penting bagi pertumbuhan tanaman pada lahan pertanian. Di daerah tropis seperti Indonesia, hujan merupakan penyebab utama terjadinya erosi, faktor lain yang dapat memicu terjadinya erosi ialah dengan adanya alur (rill) pada suatu daerah aliran sungai. Selama ini dalam memperkirakan erosi lahan dapat dilakukan dengan menggunakan metode USLE. Metoda ini hanya terbatas pada estimasi erosi pada lahan dalam bentuk lembar (sheet erosion). Kenyataan dapat dilihat bahwa tidak semua lahan mempunyai bentuk lembar yang seutuhnya, namun juga terdapat alur-alur. Kehadiran alur tentunya dapat mempengaruhi erosi pada lahan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh kerapatan alur (rill density) dengan variasi kemiringan lereng dan intensitas hujan terhadap erosi pada lahan tanpa vegetasi, sehingga diperoleh gambaran sejauh mana pengaruh alur terhadap erosi. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Hidroteknik dengan menggunakan plot uji sebagai media pengamatan dengan dimensi (250 x 100 x 20) cm. Sampel tanah diambil dari kawasan Montasik dengan tekstur tanah berjenis lempung berliat. Alat yang digunakan pada penelitian ini yaitu alat rainfall simulator yang berfungsi untuk menciptakan intensitas hujan buatan. Pengukuran erosi dilakukan pada variasi kemiringan lereng 00, 30 dan 60, variasi tekanan hujan (10, 30 dan 50) Kpa dan variasi kerapatan alur (0, 1, 2 dan 3) m/m2. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa erosi lahan akibat kerapatan alur meningkat sebesar sebesar 1,05 – 2,13 kali dibandingkan erosi pada lahan tanpa alur. Kehadiran alur sangat berpengaruh terhadap besarnya nilai erosi pada suatu lahan. Hasil kalibrasi antara pengukuran erosi dan estimasi metode USLE diperoleh nilai koreksi (X) untuk lahan tanpa vegetasi sebesar 0,3415 dengan koefisien determinasi sebesar 0,8171, dan kalibrasi antara model erosi dengan estimasi metode USLE diperoleh nilai koreksi (X) untuk lahan tanpa vegetasi sebesar 0,3328 dengan koefisien determinasi sebasar 0,8798.
Tidak Tersedia Deskripsi
PENGARUH KERAPATAN ALUR (RILL DENSITY) PADA LAHAN YANG DITANAMI CABAI (CAPSICUM ANNUM L.) TERHADAP ESTIMASI EROSI (Muhammad Aulia Khairurrizal, 2017)
KAJIAN PENGARUH KERAPATAN TANAMAN TERHADAP EROSI PADA LAHAN YANG DITANAMI RUMPUT JEPANG (ZOYSIA JAPONICA) (M. IKHSAN SOFYAN, 2024)
KAJIAN PENGARUH KERAPATAN TANAMAN TERHADAP EROSI PADA LAHAN YANG DITANAMI RUMPUT JEPANG (ZOYSIA JAPONICA) (M.Ikhsan Sofyan, 2024)
KAJIAN PENGARUH KERAPATAN TANAMAN TERHADAP EROSI PADA LAHAN YANG DITANAMI RUMPUT SIRA (ZOYSIA MATRELLA) (Nurlelawati, 2024)
KAJIAN PENGARUH KERAPATAN TANAMAN TERHADAP EROSI PADA LAHAN YANG DITANAMI RUMPUT GAJAH (PENNISETUM PURPUREUM) (Rika Arnita, 2024)