ISOLASI DAN IDENTIFIKASI BAKTERI GRAM POSITIF KOKUS PADA KASUS EAR MITES KUCING DOMESTIK (FELIS DOMESTICUS) DI KECAMATAN SYIAH KUALA KOTA BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

ISOLASI DAN IDENTIFIKASI BAKTERI GRAM POSITIF KOKUS PADA KASUS EAR MITES KUCING DOMESTIK (FELIS DOMESTICUS) DI KECAMATAN SYIAH KUALA KOTA BANDA ACEH


Pengarang

MUHAMMAD AROZA - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1302101010164

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran Hewan / Pendidikan Kedokteran Hewan (S1) / PDDIKTI : 54261

Subject
Penerbit

Banda Aceh : FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA., 2017

Bahasa

Indonesia

No Classification

589.9

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ISOLASI DAN IDENTIFIKASI BAKTERI GRAM POSITIF KOKUS PADA KASUS EAR MITES KUCING DOMESTIK (Felis domesticus) DI KECAMATAN SYIAH KUALA KOTA BANDA ACEH

ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi bakteri Gram positif kokus yang diduga menjadi penyebab infeksi sekunder pada kasus ear mites kucing domestik di Kecamatan Syiah Kuala Kota Banda Aceh. Sampel yang digunakan berasal dari 10 ekor kucing domestik yang positif menderita ear mites. Hasil swab liang telinga kucing dimasukan ke media Nutrient Broth (NB) dan diinkubasikan pada suhu 37°C selama 24 jam, selanjutnya menggunakan osse steril dilakukan penanaman pada media Manitol Salt agar (MSA) dan media Plate Agar Darah (PAD) dengan teknik goresan T lalu diinkubasikan kembali selama 24-48 jam. Morfologi koloni yang tumbuh terpisah diamati bentuk, ukuran, warna dan elevasi sebelum dilakukan pewarnaan Gram. Uji biokimia (manitol dan glukosa) dan Uji katalase dilakukan pada bakteri yang berbentuk kokus. Hasil penelitian ini dari 10 sampel dinyatakan 8 sampel (80%) penyebab infeksi sekunder pada kasus ear mites adalah bakteri Gram positif dari kelompok Staphylococcus sp dan 2 sampel (20%) dari kelompok Streptococcus sp. Dari 8 sampel yang terinfeksi bakteri kelompok Staphylococcus, 3 sampel (37,5%) merupakan infeksi tunggal Staphylococcus aureus dan 2 sampel (20%) merupakan infeksi tunggal Staphylococcus epidermidis, selain itu terdapat infeksi ganda antara Staphylococcus aureus dan juga Staphylococcus epidermidis sebanyak 2 sampel (20%) dan infeksi ganda Staphylococcus aureus dengan Micrococcus sp sebanyak 1 sampel (12,5%).

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK