Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
THESES
STIGMA KELUARGA TERHADAP PENDERITA SKIZOFRENIA DITINJAU DARI ASPEK SOSIAL BUDAYA DENGAN PENDEKATAN MODEL KONSEPTUAL MADELEINE LEININGER DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SIMPANG TIGA KABUPATEN PIDIE
Pengarang
Risna - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1409200180011
Fakultas & Prodi
Fakultas / / PDDIKTI :
Subject
Penerbit
Banda Aceh : Program Studi Magister Keperawatan Unsyiah., 2017
Bahasa
Indonesia
No Classification
362.26
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Stigma adalah tanda atau ciri yang menandakan pemiliknya membawa sesuatu yang buruk dan oleh karena itu dinilai lebih rendah dibandingkan dengan orang normal. Bagi klien gangguan jiwa, stigma merupakan penghalang yang memisahkan mereka dengan masyarakat dan menjauhkan mereka dari orang lain. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi untuk menganalisis stigma keluarga terhadap penderita skizofrenia ditinjau dari aspek sosial budaya dengan pendekatan model konseptual Madeleine Leininger. Informan dalam penelitian ini adalah keluarga dengan penderita skizofrenia di wilayah kerja Puskesmas Simpang Tiga Kabupaten Pidie Provinsi Aceh, teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling yaitu 6 informan. Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan tehnik observasi dan wawancara mendalam yaitu mengeksplorasi persepsi keluarga mengenai stigma terhadap penderita skizofrenia dengan pendekatan aspek budaya Madeleine Leininger. Analisa data dalam penelitian ini menggunakan dua pendekatan. Pertama, pendekatan statistik deskriptif digunakan untuk menggambarkan karakteristik informan. Kedua, analisis tematik digunakan menganalisa data terkait persepsi keluarga terhadap penderita skizofrenia. Hasil penelitian, informan memiliki stigma terhadap penderita skizofrenia. Proses stigma terjadi mulai labeling, stereotip dan separation, kehilangan status (loss Status) dan diskriminasi tidak terjadi karena dukungan dan sikap keluarga yang positif. Aspek budaya yang dipertahankan yaitu pemahaman agama dapat digunakan sebagai mekanisme yang memperkuat dalam merawat penderita skizofrenia. Negosiasi budaya yaitu intervensi keperawatan untuk membantu keluarga dalam hal pengobatan yang sesuai terhadap penderita skizofrenia. Restrukturisasi budaya dilakukan pada perilaku keluarga yang tidak menerima kondisi penderita dengan perilaku yang tidak wajar dan menelantarkan penderita karena menganggap tidak produktif dan menambah masalah keluarga. Diharapkan keluarga dapat memberikan dukungan secara positif pada penderita skizofrenia agar terjadi pemulihan dan menghindari kekambuhan serta meningkatkan kemandirian penderita dalam kehidupan sehari-hari.
Kata Kunci: Stigma, Keluarga, Skizofrenia, Sosial Budaya, Model Konseptual Madeleine Leininger
Tidak Tersedia Deskripsi
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEMANDIRIAN KELUARGA DALAM MERAWAT KLIEN SKIZOFRENIA DI KECAMATAN BATOH KOTA BANDA ACEH (Cut Dian Sukma Sari, 2018)
HUBUNGAN DERAJAT TILIKAN DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PENDERITA SKIZOFRENIA DI POLIKLINIK RAWAT JALAN RUMAH SAKIT JIWA ACEH 2017 (Abdul Hadi, 2017)
HUBUNGAN BEBAN PENGASUHAN DENGAN KUALITAS HIDUP FAMILY CAREGIVER PENDERITA SKIZOFRENIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KUTA BARO ACEH BESAR (Isalati Salsabila, 2023)
ANALISIS STIGMA PADA PENDERITA TUBERKULOSIS PARU DENGAN METODE STRUCTURAL EQUATION MODELING-PARTIAL LEAST SQUARE (STUDI KASUS: KASUS TUBERKULOSIS DI KABUPATEN SIMEULUE) (Yulia Pramesti, 2024)
DETERMINAN KEMAMPUAN KELUARGA DALAM MERAWAT PASIEN DENGAN SKIZOFRENIA DI POLI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TEUKU UMAR ACEH JAYA (Nila Agustina, 2022)