KAJIAN PROSES PEMULIHAN MORFOLOGI PANTAI SETELAH TSUNAMI TAHUN 2004 DI TELUK ULEE LHEUE-ACEH BESAR DENGAN SIMULASI NUMERIK DAN ANALISIS SPASIAL | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

KAJIAN PROSES PEMULIHAN MORFOLOGI PANTAI SETELAH TSUNAMI TAHUN 2004 DI TELUK ULEE LHEUE-ACEH BESAR DENGAN SIMULASI NUMERIK DAN ANALISIS SPASIAL


Pengarang

Mirza Fahmi - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1309200060029

Fakultas & Prodi

Fakultas / / PDDIKTI :

Penerbit

Banda Aceh : Program Studi Magister Teknik Sipil Unsyiah., 2017

Bahasa

Indonesia

No Classification

627.58

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Gelombang tsunami memberikan efek yang besar terhadap perubahan morfologi pantai. Hal ini disebabkan oleh besarnya energi dari gelombang tsunami tersebut. Morfologi pantai Teluk Ulee Lheue di Tahun 2004 lalu mengalami perubahan drastis berupa mundurnya garis pantai akibat tsunami. Teluk Ulee Lheue yang menjadi lokasi penelitian berada di Kabupaten Aceh Besar dan Kota Banda Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh hidro-oseanografi seperti arus dan gelombang terhadap pemulihan morfologi pantai dan mengkaji perubahan tataguna lahan setelah tsunami Tahun 2004. Penelitian ini dilakukan dengan cara simulasi numerik menggunakan piranti lunak Delft3D dengan menggunakan persamaan nonlinear SWE pada proses hidrodinamik dan persamaan Van Rijn untuk proses sedimen transpor. Setelah itu juga dilakukan pendigitasian ulang citra satelit menggunakan Quantum GIS untuk perubahan tataguna lahan. Simulasi dilakukan menggunakan metode morfac untuk melihat proyeksi 6 tahun kedepan, dari tahun 2006 sampai dengan tahun 2012. Data yang digunakan adalah data batimetri, data topografi, data angin, data pasang surut dan parameter sedimen. Pendigitasian dilakukan berdasarkan citra satelit pada tahun 2003, 2005, 2007, 2009, 2010, 2011, 2013, 2014, dan 2015. Ada 5 item tataguna lahan yang didigitasi ulang, yaitu rumah, sawah, tambak, hutan pantai dan hutan. Hasil simulasi menunjukkan terjadinya akresi sebesar 0,5 - 2,5 m di area garis pantai sampai dengan wilayah gelombang pecah. Hal tersebut disebabkan oleh faktor hidro-oseanografi. Di luar gelombang pecah, proses akresi dan erosi tidak mengalami perubahan yang signifikan dibandingkan dengan kondisi Tahun 2006. Tataguna lahan menunjukkan pada item sawah, rumah dan hutan pantai telah mengalami pemulihan yang sangat baik. Sedangkan pada tataguna lahan tambak persentase pemulihanya hanya 19 %.
Kata kunci : Akresi, Delft3D, tataguna lahan, morfologi

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK