PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TWO STAY TWO STRAY UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DALAM PELAJARAN GEOGRAFI SISWA KELAS X-IPA 3 SMA LABORATORIUM UNSYIAH BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TWO STAY TWO STRAY UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DALAM PELAJARAN GEOGRAFI SISWA KELAS X-IPA 3 SMA LABORATORIUM UNSYIAH BANDA ACEH


Pengarang

Nurti Aslindi - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1206101040007

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Pendidikan Geografi (S1) / PDDIKTI : 87202

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2017

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Kata Kunci: Penerapan, Model Pembelajaran, Two Stay Two Stray, Kemampuan
Berpikir Kritis, Geografi
Penggunaan model Two Stay Two Stray ini sangat menarik apabila
dikombinasikan dengan kemampuan berpikir kritis. Tujuan dari penelitian ini adalah
untuk mengetahui penerapan model pembelajaran Two Stray Two Stray terhadap
peningkatan berpikir kritis siswa kelas X-IPA 3 SMA Laboratorium Unsyiah Banda
Aceh, aktivitas guru dan siswa dalam kegiatan pembelajaran mencerminkan
keterlaksanaan model pembelajaran Two Stay Two Stray untuk meningkatkan
kemampuan berpikir kritis siswa, keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran
dan respon siswa kelas X-IPA 3 SMA Laboratorium Unsyiah Banda Aceh. Subjek
dalam penelitian ini adalah siswa kelas X -IPA 3 SMA Laboratorium Unsyiah Banda
Aceh yang berjumlah 30 orang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini
dilakukan dengan menggunakan soal tes, lembar pengamatan aktivitas guru dan
siswa, lembar pengamatan keterampilan guru serta respon siswa menggunakan
model pembelajaran Two Stay Two Stray untuk meningkatkan kemampuan berpikir
kritis. Analisis data menggunakan statistik sederhana yaitu persentase. Hasil
penelitian menunjukkan kemampuan berpikir kritis pada siklus I dikatagorikan
rendah dengan persentase 46 %, sedang pada siklus II dengan persentase 67 %, dan
tinggi pada siklus III persentase 73 %. Artinya dari 10 soal siswa dapat mengerjakan
7 soal dengan benar. Aktivitas guru dan siswa pada siklus I 45 %, siklus II 70 %,
serta siklus III 100 %. Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran dengan
model pembelajaran Two Stay Two Stray untuk meningkatkan kemampuan berpikir
kritis meningkat dari perolehan skor rata-rata 2,59 dengan katagori sedang pada
siklus II menjadi 2,96 dan 3,2 pada siklus III dengan katagori baik.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK