<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="30302">
 <titleInfo>
  <title>PENGOLAHAN LIMBAH CAIR PABRIK MINYAK KELAPA SAWIT MENGGUNAKAN NANO KARBON AKTIF</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Aris Munandar</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Program Studi Magister Teknik Kimia Unsyiah</publisher>
   <dateIssued>2016</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Limbah cair pabrik minyak kelapa sawit (PMKS) merupakan sumber&#13;
pencemar potensial yang dapat memberikan dampak serius terhadap lingkungan,&#13;
sehingga diperlukan penanganan terhadap limbah cair tersebut melalui&#13;
peningkatan teknologi pengolahan. Salah satu metode yang dapat digunakan&#13;
untuk menghilangkan zat pencemar tersebut adalah dengan proses adsorpsi.&#13;
Dalam penelitian ini, adsorben yang digunakan adalah karbon aktif dalam skala&#13;
nanometer. Nano karbon diaktivasi secara fisika (kalsinasi) pada suhu 700&#13;
C.&#13;
Konsentrasi sebelum dan setelah proses adsorbsi dilakukan dengan menggunakan&#13;
spektrofotometer. Penelitian ini dilakukan dengan variasi waktu kontak (0,5; 1, 2,&#13;
3, 4, dan 8) jam, massa adsorben (0,25; 0,5; 1; dan 2) gr, konsentrasi awal (48; 97;&#13;
194; dan 483) mg/l, ukuran adsorben (nano size dan mikron size), dan jenis&#13;
adsorben (nano karbon aktif dan nano zeolit). Analisis X-Ray Diffraction (XRD)&#13;
menunjukkan bahwa nano karbon aktif memiliki struktur amorf, sedangkan hasil&#13;
Scanning Electron Microscopy (SEM) terlihat bahwa nano karbon aktif memiliki&#13;
ukuran nanometer (10&#13;
-9&#13;
). Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu kontak,&#13;
massa adsorben, konsentrasi awal sampel limbah, ukuran dan jenis adsorben&#13;
mempengaruhi penyisihan konsentrasi. Waktu kontak yang optimal antara nano&#13;
karbon aktif dengan konsentrasi adalah 4 jam dengan massa adsorben 2 gr. Pada&#13;
jumlah atau massa adsorben yang tetap (2 gram) semakin tinggi konsentrasi awal&#13;
di dalam sampel limbah maka penyerapan semakin besar. Ukuran sampel pada&#13;
skala nano memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan ukuran sampel pada&#13;
skala mikron. Hasil penyisihan konsentrasi di dalam sample PMKS untuk nano&#13;
karbon aktif lebih baik dibandingkan nano zeolit. Jenis isoterm yang terjadi adalah&#13;
isoterm Langmuir dan kinetika adsorpsi yang terjadi adalah kinetika order satu&#13;
semu.&#13;
Kata Kunci: Limbah cair PMKS, adsorpsi, nano karbon aktif.</note>
 <subject authority="">
  <topic>LIQUID WASTES - TECHNOLOGY</topic>
 </subject>
 <classification>628.43</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>30302</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-03-17 16:52:18</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-04-28 16:05:24</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>