<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="30299">
 <titleInfo>
  <title>PELAKSANAAN TANGGUNG JAWAB PELAKU USAHA TERHADAP PERJANJIAN BAKU YANG MENGANDUNG KLAUSULA EKSONERASI DALAM PERJANJIAN PARKIR (SUATU PENELITIAN DI KOTA BANDA ACEH)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Rizky Maulina Putri</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2017</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
RIZKY MAULINA PUTRI, PELAKSANAAN       TANGGUNG       JAWAB &#13;
2017 PELAKU USAHA TERHADAP PERJANJIAN&#13;
BAKU YANG MENGANDUNG KLAUSULA&#13;
EKSONERASI DALAM PERJANJIAN PARKIR &#13;
 (Suatu Penelitian di Kota Banda Aceh)&#13;
 Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala&#13;
 (ix, 64), pp., tabl., bibl., app.&#13;
 &#13;
 (RISMAWATI, S.H., M.Hum.)&#13;
Pasal 18 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang &#13;
Perlindungan Konsumen menentukan bahwa pelaku usaha dalam menawarkan barang&#13;
dan/atau jasa yang ditujukan untuk diperdagangkan dilarang membuat atau&#13;
mencantumkan klausula baku pada setiap dokumen dan/atau perjanjian apabila&#13;
menyatakan pengalihan tanggung jawab pelaku usaha. Selanjutnya Pasal 19 ayat (1)&#13;
menentukan bahwa pelaku usaha bertanggung jawab memberikan ganti rugi atas&#13;
kerusakan, pencemaran, dan/atau kerugian konsumen akibat mengkonsumsi barang&#13;
dan/atau jasa yang dihasilkan atau diperdagangkan. Namun pada kenyataannya di Kota&#13;
Banda Aceh masih ditemukan pelaku usaha parkir yang menerapkan klausula baku yang&#13;
menyatakan pengalihan tanggung jawab pelaku usaha di dalam perjanjian parkirnya.&#13;
Penerapan klausula eksonerasi ini sangat merugikan konsumen parkir, di mana ketika&#13;
konsumen mengalami kehilangan atau kerusakan kendaraan bermotor di tempat parkir,&#13;
maka pelaku usaha parkir menolak untuk memberikan ganti rugi. &#13;
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan akibat hukum penggunaan perjanjian&#13;
baku yang mengandung klausula eksonerasi dalam perjanjian parkir, tanggung jawab&#13;
pelaku usaha parkir atas pelanggaran pencantuman perjanjian baku yang mengandung&#13;
klausula eksonerasi dalam perjanjian parkir di Kota Banda Aceh, dan upaya yang dapat&#13;
dilakukan oleh konsumen parkir atas pelanggaran pencantuman perjanjian baku yang&#13;
mengandung klausula eksonerasi dalam perjanjian parkir di Kota Banda Aceh. &#13;
Penelitian ini bersifat yuridis empiris. Data penelitian ini diperoleh melalui&#13;
penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan. Penelitian lapangan dilakukan melalui&#13;
wawancara dengan responden dan informan. &#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa akibat hukum penggunaan perjanjian baku&#13;
yang mengandung klausula eksonerasi dalam perjanjian parkir adalah batal demi hukum.&#13;
Pelaku usaha parkir di Kota Banda Aceh masih tetap mencantumkan perjanjian baku&#13;
yang mengandung klausula eksonerasi dalam perjanjian parkirnya karena berpedoman&#13;
pada ketentuan Pasal 13 ayat (1) Peraturan Walikota Banda Aceh No. 6 Tahun 2013.&#13;
Berdasarkan hasil penelitian sebanyak 60 persen dari pelaku usaha parkir yang dijadikan&#13;
sample dalam penelitian ini tetap tidak mau bertanggung jawab terhadap kerugian yang&#13;
dialami oleh konsumen parkir. Upaya yang dapat dilakukan oleh konsumen parkir atas&#13;
pelanggaran pencantuman perjanjian baku yang mengandung klausula eksonerasi dalam&#13;
perjanjian parkir di Kota Banda Aceh adalah konsumen parkir dapat memilih upaya&#13;
penyelesaian sengketa di luar pengadilan (non litigasi) atau melalui pengadilan (litigasi). &#13;
Disarankan agar Peraturan Walikota Banda Aceh No.6 Tahun 2013 untuk dapat&#13;
segera direvisi, karena terdapat pasal yang bertentangan dengan Peraturan Pemerintah&#13;
No. 79 Tahun 2013. Kepada Pemerintah disarankan agar dapat membentuk BPSK di&#13;
Kota Banda Aceh, karena dengan adanya BPSK akan sangat membantu apabila para&#13;
pihak yang bersengketa ingin menyelesaikan sengketa melalui jalur non litigasi. &#13;
iv&#13;
</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>30299</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-03-17 16:06:34</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-03-21 14:56:14</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>