<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="30141">
 <titleInfo>
  <title>PRAKTIK AKUNTANSI UNTUK ASET BERSEJARAH STUDI FENOMENOLOGI PADA MUSEUM ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Mia Rizky Safitri</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>FAKULTAS EKONOMI BISNIS UNIVERSITAS SYIAH KUALA</publisher>
   <dateIssued>2017</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian  ini  merupakan  fenomena  perlakuan  akuntansi  yang  diterapkan untuk aset warisan di Aceh, baik dalam hal pengakuan, penilaian, dan pengungkapan dalam laporan keuangan. Fokus dari penelitian ini adalah analisis perlakuan akuntansi di  Museum  Aceh.  Penelitian  ini  bertujuan  untuk:  memahami  makna  dari  aset bersejarah  (aset  heritage),  menjelaskan  metode  yang  digunakan  untuk  menilai Museum Aceh, menjelaskan Museum pengungkapan Aceh dalam laporan keuangan, dan  menganalisis  kesesuaian  standar  akuntansi  yang  berlaku  untuk  akuntansi  untuk saat ini Museum Of Aceh. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada definisi yang tepat dari aset warisan. Hal ini dibuktikan oleh paparan sebagian besar informan yang selalu mengaitkan dengan definisi bersejarah Heritage definisi aset sehingga ada kebingungan antara keduanya. Selain itu, Museum Aceh masih mengalami kesulitan dalam menilai valuasi aset warisan. Namun, praktik akuntansi di Museum Aceh tidak dianggap  sesuai  dengan  standar  akuntansi  yang  ditetapkan  oleh  pemerintah,  yang tidak disajikan dan diungkapkan dalam CaLK tanpa nilai.</note>
 <subject authority="">
  <topic>ARCHITECTURE - PHILOSOPHY</topic>
 </subject>
 <classification>720.1</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>30141</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-03-06 13:04:44</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-12-09 09:03:13</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>