<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="30112">
 <titleInfo>
  <title>TINGKAT KONTAMINASI MIKROBA DAN FAKTOR-FAKTOR RISIKO PADA PRODUK IKAN KAYU (KEUMAMAH) DI KECAMATAN KUTA ALAM KOTA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Roza Fitria</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2017</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat kontaminasi mikroba dan faktor-faktor risiko yang berpengaruh terhadap produk  keumamah pada tahap akhir proses pengolahan di Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh. Kajian ini dilakukan dalam bentuk survei lapangan dengan melibatkan sejumlah tiga produsen. Pada tiap-tiap produsen diambil sebanyak tiga sampel produk ikan kayu untuk diuji cemaran. Pengujian dilakukan dengan menggunakan metode TPC (Total Plate Count). Selain itu terhadap produsen keumamah juga diwawancarai menggunakan kuisioner terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata tingkat cemaran mikroba yang terdapat pada produsen pertama  sebesar 1,2x106CFU/g  dan produsen kedua pada angka 9,7x105CFU/g. Hasil ini tergolong diatas nilai ambang SNI 7338:2009 (5,0x105CFU/g) dibandingkan dengan ikan kayu yang diproduksi oleh produsen ketiga (angka cemaran 6,7x104CFU/g). Hasil survey diketahui bahwa kemungkinan salah satu faktor yang mempengaruhi peningkatan cemaran mikroba tersebut dilakukannya penjemuran keumamah di tempat terbuka. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa produk  keumamah yang diproduksi di wilayah Kuta Alam memiliki angka kontaminasi mikroba diatas batas maksimun cemaran dan hal ini dapat disebabkan oleh proses pengolahan yang tidak higienis.</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>30112</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-03-02 12:09:07</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-03-02 14:56:40</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>