<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="29929">
 <titleInfo>
  <title>PERBANDINGAN TINGKAT KEBOCORAN MIKRO ANTARA RESIN KOMPOSIT DAN GLASS IONOMER CEMENT SEBAGAI BAHAN PENUTUPAN FISURA (EVALUASI IN-VITRO SETELAH SATU BULAN APLIKASI BAHAN PENUTUPAN FISURA)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Eka Julianti</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2017</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
&#13;
Nama	:    Eka Julianti&#13;
Program Studi	:    Pendidikan Dokter Gigi&#13;
Fakultas	:    Kedokteran Gigi&#13;
Judul 	:	Perbandingan Tingkat Kebocoran Mikro antara Resin Komposit dan Glass Ionomer Cement sebagaiBahan Penutupan Fisura (Evaluasi In-Vitro setelah Satu Bulan Aplikasi Bahan Penutupan Fisura)&#13;
&#13;
Penutupan fisura merupakan metode pencegahan non-invasif yang paling efektif pada permukaan gigi yang memiliki pit dan fisura gigi yang dalam dan sempit untuk mencegah terjadinya karies gigi. Bahan penutupan fisura yang sering digunakan adalah resin komposit dan GIC.Penelitian inibertujuanuntuk mendapatkan informasi tentang perbandingantingkat kebocoran mikroantara resin komposit dan GIC sebagai bahanpenutupan fisura melalui evaluasi in vitro setelah satu bulan aplikasi bahan penutup fisura. Spesimen penelitian berjumlah 16 gigi premolar rahang atas dengan pit dan fisura yang dalam dan sempit. Spesimen ini dikelompokkan menjadi 2 kelompok perlakuan. Kelompok pertama menggunakan resin komposit (3M ESPE Clinpro) dan kelompok kedua menggunakan GIC (Fuji VII). Spesimen dilakukan pengkondisian selama satu bulan di dalam inkubator dan direndam dalam larutan methilene blue 5% selama 24 jam. Spesimen penelitian kemudian diamati dengan menggunakan stereo mikroskop dan diukur tingkat kebocorannya. Skor kebocoran mikro menggunakan penetrasi dye dengan tiga kriteria skor yaitu 0, 1, dan 2. Data dianalisis menggunakan statistik nonparametrik (uji Mann Whitney). Hasil analisis uji Mann Whitney menunjukkan bahwa terdapat perbedaan skor kebocoran mikro yang signifikan antara bahan penutupan fisura resin komposit dan GIC (p</note>
 <subject authority="">
  <topic>DENTISTRY</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>RESTORATION-DENTISTRY</topic>
 </subject>
 <classification>617.6</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>29929</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-02-14 10:11:53</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-12-20 09:57:36</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>