<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="29871">
 <titleInfo>
  <title>EVALUASI SIFAT FISIK MUKUS SERVIKS PADA SAPI ACEH YANG MENGALAMI REPEAT BREEDING</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Iin Agustina</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>FAKUKTAS KEDOKTERAN HEWAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA</publisher>
   <dateIssued>2017</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini bertujuan mengetahui perubahan sifat fisik mukus serviks dari sapi aceh yang mengalami kawin berulang (repeat breeding, RB). Dalam penelitian ini digunakan enam ekor sapi aceh betina yang terdiri atas tiga ekor sapi normal (K1) dan tiga ekor sapi yang mengalami RB (K2). Sapi K1 merupakan sapi &gt;2 bulan pascapartus yang mempunyai riwayat berhasil bunting dengan sekali inseminasi dan mempunyai dua kali siklus reguler, sedangkan K2 terdiri atas sapi yang didiagnosis mengalami RB, yaitu sapi yang gagal bunting setelah lebih dari tiga kali inseminasi namun memiliki siklus estrus normal. Sampel mukus serviks dikoleksi dengan metode aspirasi menggunakan kateter steril dan disposible syringe 50 ml. Kateter dimasukkan melalui vagina yang diikuti dengan palpasi rektal agar mudah mengarahkan kateter masuk ke serviks atau dekat lipatan vagina. Hasil pemeriksaan sifat fisik mukus serviks pada sapi fertil vs sapi RB menunjukkan bahwa kuantitas mukus tidak ada/sedikit (0,00 vs 66,67%), warna keruh (0,00 vs 66,67%), konsistensi kental (0,00 vs 100%), pola pakis (0,00 vs 66,67%), spinnbarkeit (5,16±1,60 vs 2,83±2,02 cm) dan nilai pH (7,33±0,57 vs 9,33±1,52). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa sapi aceh yang mengalami RB mempunyai kuantitas mukus tidak ada/sedikit, warna lebih keruh,  konsistensi kental, dan pH yang lebih tinggi dibanding sapi aceh yang fertil.</note>
 <subject authority="">
  <topic>COWS - ANIMAL HUSBANDRY</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>REPRODUCTION - ANIMALS</topic>
 </subject>
 <classification>1</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>29871</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-02-09 16:28:43</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-04-26 12:18:28</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>