Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
EKSISTENSI ADAT FARAK (PENGASINGAN) PADA ADAT PERKAWINAN MASYARAKAT GAYO (STUDI KASUS DI KECAMATAN BINTANG)
Pengarang
Irawati - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1206101010042
Fakultas & Prodi
Fakultas KIP / Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (S1) / PDDIKTI : 87205
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2017
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
ABSTRAK
Kata Kunci: eksistensi adat farak, adat perkawinan masyarakat Gayo
Penelitian ini berjudul Eksistensi “Adat Farak (Pengasingan) pada Adat Perkawinan masyarakat Gayo”. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh munculnya adat farak dalam adat perkawinan masyarakat gayo, perkawinan satu belah atau sesama klan dilarang dalam masyarakat gayo. Adapun perkawinan yang dibenarkan secara adat ialah perkawinan dengan berlainan belah. Tapi seiring dengan perkembangan zaman yang ditandai dengan pembauran masyarakat gayo dengan masyarakat suku lain sehingga terjadi perkawinan sesama belah. Kalau hal ini terjadi maka menurut adat harus di asingkan dari kampung asal belah tapi adat gayo sendiri memberikan solusi atau jalan keluar untuk mengatasi masalah perkawinan sesama belah ini dengan cara yang dinamakan dengan hukum farak (pengasingan) yaitu para pihak yang melakukan pelanggaran adat (perkawinan sesama belah) harus memenuhi syarat-syarat yang ditentukan oleh adat minsalnya mugeleh koro (penyembelihan kerbau) dan mengundang masyarakat adat didesa tersebut untuk melaksanakan sanksi adat berupa kenduri dan makan bersama, apabila syarat adat ini telah dilaksanakan oleh pelaku pelanggaran adat maka pelaku tersebut diterima kembali sebagai masyarakat di desa tersebut. Masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah Bagaimanakah Eksistensi Adat Farak di Desa Linung Bulen II Kecamatan Bintang. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui Eksistensi Adat Farak di Desa Linung Bulen II Kecamatan Bintang. Pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dan tehnik pengumpulan datanya menggunakan teknik observasi dan wawancara. Adapun yang menjadi subjek dalam penelitian ini adalah masyarakat yang melakukan pelanggaran terhadap adat perkawinan yang berjumlah 10 orang desa Linung Bulen II Kecamatan Bintang. Tehnik pengolahan data yang sudah dikumpulkan dari lapangan adalah pengolahan data dan analisis data kemudian melakukan penarikan kesimpulan. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa Eksistensi Adat Farak pada adat Perkawinan masyarakat Gayo masih diterapkan dan masih ada (eksis) dalam kehidupan masyarakat gayo, walaupun tidak pada semua wilayah gayo adat ini diterapkan hal ini dikarenakan perkembangan zaman dimana adat farak ditemukan dan diberlakukan di kampung Linung Bulen II Kecamatan Bintang.
Tidak Tersedia Deskripsi
EKSISTENSI BUDAYA DAN ADAT PERKAWINAN GAYO DI BANDA ACEH (Dinda Maulida, 2022)
PENGARUH AKULTURASI MASYARAKAT PENDATANG DENGAN MASYARAKAT SETEMPAT DALAM PROSES UPACARA PERKAWINAN ADAT GAYO (STUDI KOMUNIKASI ANTARBUDAYA PADA MASYARAKAT KEMUKIMAN BEBESEN KECAMATAN BEBESEN, KABUPATEN ACEH TENGAH) (Syahri Afrizal, 2020)
EKSISTENSI MELENGKAN DALAM ADAT PERKAWINAN BUDAYA GAYO (Pitria Rahmadani, 2021)
EKSISTENSI SARAKOPAT DALAM MENYELESAIKAN PELANGGARAN ADAT PERKAWINANRNDI KECAMATAN BUKIT KABUPATEN BENER MERIAH (2004-2008) (Haris, MS, 2021)
HUKUM NIKAH SARA BELAH (SATU KAMPUNG) MENURUT HUKUM ADAT GAYO DI KECAMATAN TIMANG GAJAH KABUPATEN BENER MERIAH (Reni Octavia, 2023)