Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PERKEMBANGAN SOSIAL EKONOMI PENGRAJIN ANYAMAN TIKAR SEUKEE DESA LUENG BIMBA KECAMATAN MEURAH DUA KABUPATEN PIDIE JAYA 1990-2012
Pengarang
Abdul Karim - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
0906101050005
Fakultas & Prodi
Fakultas / / PDDIKTI :
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA., 2016
Bahasa
Indonesia
No Classification
339.5
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
ABSTRAK
Kata Kunci: Sosial, Ekonomi, Anyaman, Tikar Pandan
Penelitianyangberjudul“Perkembangan Sosial Ekonomi Pengrajin Anyaman Tikar Seukee (Pandan) Desa Lueng Bimba Kecamatan Meurah Dua Kabupaten Pidie Jaya Tahun 1990-2012”. Mengangkat masalah tentang produksi anyaman tikar dan pengaruh terhadap sosial ekonomi pengrajin anyaman. Yang menjadi tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perkembangan produksi anyaman tikar seukee (pandan) Desa Lueng Bimba Kecamatan Meurah Dua Kabupaten Pidie Jaya tahun 1990-2012, serta pengaruh terhadap kehidupan sosial ekonomi pengrajin anyaman tikar seukee (pandan)Desa Lueng Bimba Kecamatan Meurah Dua Kabupaten Pidie Jaya tahun 1990-
2012.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian sejarah. Sumber diperoleh dari arsip dokumen desa dan informasi dari warga. Cara pengumpulan data dengan mengumpulkan data tentang produksi dan wawancara dengan warga Hasil penelitian menunjukkan bahwaluas lahan tanaman seukee yang hanya mencapai 15 Ha, tingkat produksi anyaman tikar seukee Desa Lueng Bimba meningkat drastis dari tahun ke tahun.Bagi masyarakat pengrajin yang membeli bahan baku pandan dari pengusaha pandan biasanya hanya membayar Rp. 200.000,- per hektarnya. Dalam 1 (satu) hektar pandan pengrajin biasanya sanggup membuat 10 sampai 15 lembar tikar pandan yang berukuran 3x3 meter yang dijual dengan harga Rp. 500.000,- sampai dengan Rp.600.000,- perlembar.Pendapatanmasyarakat Desa Lueng Bimba khususnya pengrajin anyaman tikar pandan adalah Rp. 2.400.000,- tiap bulannya. Tingkat kesejahteraan masyarakat Desa Lueng Bimba mulai mencapai pada tahun 2006-
2012 dengan pendapatan sebesar 36.000.00, - 43.200.00,- pertahunnya. Dengan meningkatnya pendapatan mereka mampu memenuhi kebutahan hidupnya dari hasil penjualan tikar tersebut.
Tidak Tersedia Deskripsi
TEKNIK PEMBENTUKAN MOTIF PADA ANYAMAN TIKAR DI DESA GEUNTENG KECAMATAN BATEE KABUPATEN PIDIE (Zulfitri Saifuddin, 2015)
ANALISIS NILAI TAMBAH USAHA KERAJINAN ANYAMAN TIKAR PANDA (TIKA SEUKEE) PADA INDUSTRI RUMAH TANGGA DI DESA MENASAH ARON KECAMATAN MUARA BATU KABUPATEN ACEH UTARA (Nurhalawati, 2020)
PROBLEMATIKA KERAJINAN ANYAMAN PANDAN: ANALISA STRUKTURASI TERHADAP MEREDUPNYA INDUSTRI ANYAMAN TIKAR PANDAN PADA KELOMPOK PENGRAJIN TRADISIONAL DI GAMPONG PULO TUKOK, KECAMATAN BATEE, KABUPATEN PIDIE (Salawati, 2021)
NILAI KEARIFAN LOKAL DALAM PEMBAGIAN KERJA PADA SISTEM BERTANI DI DESA KEURISI MEUNASAH LUENG KECAMATAN JANGKA BUYA KABUPATEN PIDIE JAYA (Nurhazizah, 2017)
PROSES PEMBUATAN KERAJINAN ANYAMAN BILI SEBAGAI INDUSTRI PENDUKUNG EKONOMI DI DESA MEUNASAH LAMGIREK KECAMATAN LHOKNGA KABUPATEN ACEH BESAR (RADILLA INDRIANA, 2023)