<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="29365">
 <titleInfo>
  <title></title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nadia Amalia</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA</publisher>
   <dateIssued>2016</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pembelajaran  matematika  disekolah  tidak  terlepas  dari  masalah-masalah  yang berkenaan  dengan  pemahaman  konsep  matematika  maupun  aplikasinya.  Sehingga matematika  bukanlah  bidang  studi  yang  mudah  bagi  kebanyakan  siswa. Pemecahan masalah matematika membutuhkan banyak solusi  agar  memperoleh hasil  yang diinginkan,  salah  satunya dengan cara berpikir intuitif. Berpikir  intuitif  adalah  berpikir dimana  ide  atau  gagasan  didapat  tanpa  melalui  proses  berpikir  yang  rasional,  sehingga ide atau gagasan itu muncul saja dari dalam pikirannya tanpa kita ketahui dari mana asal pikiran itu. Salah satu materi  yang diajarkan di SMP dalam pemecahan masalah adalah materi  Himpunan, dengan  mempelajari  himpunan  diharapkan  kemampuan  logika  akan semakin  terasah  dan  akan  memacu  siswa  agar mampu  berpikir  secara  logis, sehingga berpikir intuitif  mampu  membantu  menentukan  langkah  yang  harus  dilakukan  untuk mencapai  solusi  suatu  permasalahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik berpikir intuitif siswa kelompok Catalytic Inference. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek pada penelitian ini adalah siswa di kelas  VII SMP  Negeri  2  Banda  Aceh yang berjumlah 22 siswa. Pengumpulan  data  dilakukan dengan cara  melakukan tes berbentuk  essay dan wawancara. Tes dilakukan untuk mengetahui karakteristik berpikir intuitif siswa dalam pemecahan masalah himpunan, dan wawancara bertujuan untuk menelusuri lebih lanjut tentang  alasan  yang  dikemukakan  siswa  terkait  dengan  jawaban  yang  siswa  berikan. Berdasarkan  hasil  penelitian yang  diperoleh menunjukkan bahwa siswa  kelas  VII  SMP Negeri  2  Banda  Aceh yang  termasuk  kelompok  berpikir  intuitif Catalytic Inference menyelesaikan  masalah  menggunakan  materi  himpunan  secara  langsung,  singkat, kurang  rinci  atau  tanpa  uraian.  Selain  itu  siswa Catalytic  Inference tidak  mampu memberikan alasan yang logis terhadap jawaban yang diberikannya.</note>
 <subject authority="">
  <topic>TEACHING METHODS</topic>
 </subject>
 <classification>372.69&#13;
</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>29365</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-01-19 14:51:42</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-11-28 08:51:54</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>