<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="29250">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH PEMBERIAN FORMALIN TERHADAP KUALITAS SPERMA TIKUS (RATTUS NORVEGICUS) JANTAN STRAIN WISTAR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>RIJAL BULQINI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA</publisher>
   <dateIssued>2016</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Formalin merupakan senyawa kimia yang sering digunakan dalam berbagai bidang. Tingginya paparan dan penyalahgunaan formalin sebagai bahan tambahan pangan dapat mengakibatkan dampak buruk, salah satunya adalah infertilitas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh formalin terhadap kualitas sperma. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimental dengan rancangan posttest only with control group design. Subjek penelitian ini adalah tikus putih (Rattus norvegicus) strain Wistar sebanyak 24 ekor yang diberi formalin dosis 1, 2,5, dan 5 mg/kgBB/hari melalui injeksi intraperitoneal selama 14 hari, kemudian dikorbankan untuk pengambilan  dan pemeriksaan kualitas sperma . Pada pengamatan jumlah sel sperma, morfologi abnormal, motilitas normal dihitung jumlahnya dan dibandingkan antar kelompok perlakuan. Hasil perhitungan akan dianalisis dengan uji ANOVA satu arah dan dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Terkecil. Hasil penelitian menunjukkan jumlah , morfologi abnormal, motilitas normal sel sperma  tikus yang diberi perlakuan formalin memiliki nilai p-value lebih rendah secara nyata (p</note>
 <subject authority="">
  <topic>SPERM</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>MICE(MUS)</topic>
 </subject>
 <classification>595.353</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>29250</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-01-14 17:45:07</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-01-07 09:46:29</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>