<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="29235">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN TINGKAT TAJAM PENGLIHATAN DENGAN KUALITAS HIDUP PADA PASIEN DENGAN KELAINAN REFRAKSI BELUM DIKOREKSI DI POLI MATA RSUD MEURAXA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Rahayu Anita Permata Hadi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA</publisher>
   <dateIssued>2016</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kelainan refraksi merupakan masalah umum terbesar yang mengalami peningkatan  dari  tahun  ke  tahun.  Pada  penderita  kelainan  refraksi  terjadi penurunan tajam penglihatan, dimana hal tersebut dapat mempengaruhi kualitas hidup seseorang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya hubungan antara tingkat tajam penglihatan dengan kualitas hidup pada penderita kelainan refraksi belum dikoreksi di RSUD Meuraxa Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik dengan metode cross-sectional yang dilaksanakan  pada  bulan  Juni-Oktober  2016.  Sampel  adalah  pasien  dengan kelainan refraksi yang sesuai dengan kriteria inklusi yang didapat dengan menggunakan   teknik   non   probability   sampling   dengan   metode   purposive sampling. Pengambilan data dilakukan dengan melihat pemeriksaan visus dan kuesioner. Dari hasil penelitian didapatkan penderita kelainan refraksi berjumlah&#13;
57 orang dengan persebaran 26 orang (45,6%) untuk masing-masing tajam penglihatan ringan dan sedang dan 5 orang (8,8%) memiliki tajam penglihatan buruk, dimana 41 orang (71,9%) memiliki kualitas hidup baik dan 16 orang (28,15%) memiliki kualitas hidup buruk. Kesimpulan: adanya korelasi positif secara statistik antara tingkat tajam penglihatan dengan kualitas hidup pada pasien dengan kelainan refraksi belum dikoreksi di RSUD Meuraxa Banda Aceh, yang dibuktikan melalui uji korelasi Spearman (p &lt; 0,001) dengan (r = 0,647).&#13;
&#13;
Kata kunci : Kelainan refraksi, tajam penglihatan</note>
 <subject authority="">
  <topic>MYOPIA - OPTOMETRY</topic>
 </subject>
 <classification>617.755</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>29235</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-01-13 19:37:03</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-01-07 09:06:13</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>