Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
HUBUNGAN KADAR GULA DARAH SEWAKTU DAN HBA1C DENGAN DERAJAT PH SALIVA PADA PASIEN DIABETES MELITUS DI RSUDZA BANDA ACEH
Pengarang
M. HIKMAWAN PRIYANTO - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1307101010177
Fakultas & Prodi
Fakultas Kedokteran / Pendidikan Dokter (S1) / PDDIKTI : 11201
Subject
Penerbit
Banda Aceh : FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA., 2016
Bahasa
Indonesia
No Classification
616.462
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
ABSTRAK
Diabetes Melitus (DM) adalah penyakit yang ditandai kondisi hiperglikemik persisten disebabkan oleh defek pada sekresi insulin, aksi insulin, atau keduanya. Diabetes melitus tidak terkontrol ditandai oleh kadar gula darah yang tinggi dan HbA1c yang tinggi, dapat menyebabkan penurunan dari keasaman saliva. Mulut yang kering merupakan komplikasi dari diabetes melitus dan salah satu penyebab dari perubahan pH saliva menjadi asam. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan kadar gula darah sewaktu dan HbA1c dengan derajat pH saliva pada pasien diabetes melitus di RSUDZA Banda Aceh. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain penelitian cross-sectional dan telah dilakukan pada bulan September - Oktober 2016 dengan jumlah responden 43 orang. Hasil uji analisis untuk hubungan kadar gula darah sewaktu dengan derajat pH saliva menggunakan analisis korelatif spearman menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kadar gula darah sewaktu dengan derajat pH saliva (p = 0,347), sedangkan hasil uji analisis korelatif spearman untuk hubungan HbA1c dengan derajat pH saliva menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan (p = 0,001). Berdasarkan penelitian dan analisis data yang telah dilakukan, hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan kadar gula darah sewaktu dengan derajat pH saliva, hal ini dapat disebabkan kadar gula darah sewaktu yang fluktuatif. Sedangkan HbA1c dengan derajat pH saliva menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan, hal ini berkaitan dengan salah satu komplikasi pada DM yang menyebabkan laju sekresi saliva lambat dan menjadikan keasaman di dalam mulut meningkat.
Kata Kunci : Diabetes melitus, pH saliva, kadar gula darah sewaktu, HbA1c, pemeriksaan alternatif, laju sekresi saliva.
Tidak Tersedia Deskripsi
HUBUNGAN GULA DARAH PUASA DAN POSTPRANDIAL DENGAN HBA1C PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RSUD DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH (ENTAN NABILA KASDY, 2018)
HUBUNGAN LAMA MENDERITA DIABETES DAN KONTROL GULA DARAH TERHADAP DERAJAT PROTEINURIA PADA PASIEN DA (Nurjanah Medika Putri Zendroto, 2024)
HUBUNGAN SELF MANAGEMENT DENGAN GLUKOSA DARAH SEWAKTU PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II DI POLIKLINIK ENDOKRIN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH (Cut Najwa Adila Zuqni, 2019)
HUBUNGAN KADAR HEMOGLOBIN A1C DENGAN KUALITAS TIDUR PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 (M. RIDHA ATHALLAH, 2024)
PROFIL RETINOPATI DIABETIK PADA PASIEN DIABETES MELITUS DI POLIKLINIK ENDOKRIN RSUD ZAINAL ABIDIN BANDA ACEH (Uzi Mardha Phoenna, 2014)