Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
EVALUASI BADAN PENGUATAN PERDAMAIAN ACEH (BP2A) DALAM PENYELESAIAN REINTEGRASI ACEH 2015
Pengarang
Indra Perdana - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1010103010105
Fakultas & Prodi
Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Ilmu Politik (S1) / PDDIKTI : 67201
Penerbit
Banda Aceh : FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS SYIAH KUALA., 2017
Bahasa
Indonesia
No Classification
303.66
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
ABSTRAK
Perjalanan reintegrasi Aceh dimulai sejak tahun 2006-2012 melalui sebuah badan sementara (ad hoc) yang dikenal dengan Badan Reintegrasi Aceh (BRA) yang melakukan penanganan. Selama BRA dibentuk banyak yang sudah dilakukan , tetapi disisi lain keberadaan badan ini dianggap belum menyelesaikan peran nya secara keseluruhan terhadap tiga komponen yang menerima proses reintegrasi (eks Kombatan GAM, Korban Konflik, dan Tahanan Politik/Narapidana Politik). Tuntutan keberlangsungan proses reintegrasi dengan kembali membentuk suatu badan baru pun di wujudkan dengan membentuk Badan Penguatan Perdamaian Aceh (BP2A). Kehadiran BP2A pada akhirnya mendapat tanggapan yang cukup beragam dari berbagai masyarakat, harapan dengan kembali dibentuk nya badan ini dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apa yang melatarbelakangi Badan reintegrasi Aceh dibentuk kembali dan sejauh mana pengaruh badan reintegrasi Aceh dalam upaya penyelesaian reintegrasi Aceh. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu penelitian lapangan dan penelitian kepustakaan. Studi lapangan untuk memperoleh data primer yang dilakukan dengan wawancara. Sedangkan penelitian kepustakaan untuk memperoleh data skunder berdasarkan buku-buku dan bacaan terkait. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa evaluasi dari Badan reintegrasi Aceh yang dibentuk belum menyelesaikan peranan nya secara maksimal terhadap tiga komponen. Keberadaan badan ini juga telah menjadi pemicu konflik horizontal di Aceh karena pengelolaan nya yang tidak transparan, akuntabilitas dan profesional. Seharusnya badan ini bisa memberi harapan besar dalam penanganan permasalahan reintegrasi Aceh yang belum selesai dan menutup keterbatasan badan reintegrasi yang sudah lebih awal dibentuk, dengan fokus pada pemberdayaan korban agar bisa mandiri dengan kemampuan individu dan mandiri secara finansial.
Kata Kunci : Reintegrasi, Perdamaian, Badan Reintegrasi Aceh, Badan Penguatan
Perdamaian Aceh
Tidak Tersedia Deskripsi
PERAN MANTAN PASUKAN INONG BALEE PASCA MOU HELSINKI DI KABUPATEN PIDIE (Tari Annisha Fhonna, 2016)
PERAN BADAN REINTEGRASI ACEH (BRA) TERHADAP KESEJAHTERAAN ANAK KORBAN KONFLIK DI KABUPATEN ACEH JAYA TAHUN 2022 (T. YUM MAHARDIKA, 2024)
UPAYA PEMERINTAH KOTA BANDA ACEH DALAM MENDUKUNG PENGUATAN DAMAI (PEACE BUILDING) (Meila Safitri, 2016)
EVALUASI PROGRAM PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT KORBAN KONFLIK OLEH BADAN REINTEGRASI ACEH (TRI YUDA, 2022)
KETERLIBATAN NON GOVERNMENT ORGANIZATION (NGO) PEREMPUAN DALAM PROGRAM REINTEGRASI PASCA KONFLIK (STUDI PADA BALAI SYURA UREUNG INONG ACEH, FLOWER ACEH DAN PUSAT STUDI WANITA UIN AR-RANIRY DI KOTA BANDA ACEH) (riki ramdani, 2016)