PROSES KOMUNIKASI TERAPEUTIK DALAM KEGIATAN REHABILITASI PECANDU NARKOBA (STUDI KASUS DI YAYASAN HARAPAN PERMATA HATI KITA (YAKITA) ACEH) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

PROSES KOMUNIKASI TERAPEUTIK DALAM KEGIATAN REHABILITASI PECANDU NARKOBA (STUDI KASUS DI YAYASAN HARAPAN PERMATA HATI KITA (YAKITA) ACEH)


Pengarang

Lissa Febrina - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1210102010143

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Ilmu Komunikasi(S1) / PDDIKTI : 70201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2017

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK

Penelitian ini berjudul Proses Komunikasi Terapeutik Dalam Kegiatan Rehabilitasi Pecandu Narkoba (Studi Kasus di Yayasan Harapan Permata Hati Kita (YAKITA) Aceh). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui proses komunikasi terapeutik yang dilakukan konselor di Yayasan Harapan Permata Hati Kita (YAKITA) Aceh dalam rangka rehabilitasi pecandu narkoba dan mengetahui hambatan yang dihadapi tenaga konselor dalam melakukan proses komunikasi terapeutik serta usaha penanggulangannya dan mengetahui keberhasilan yang dicapai dalam merehabilitasi pecandu narkoba. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Subjek penelitian yang menjadi informan adalah sebanyak 5 orang terdiri dari 3 orang konselor dan 2 orang klien. Teknik pengumpulan data yang digunakan ialah wawancara, observasi dan studi dokumen. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori behavioral. Hasil penelitian menunjukkan proses komunikasi terapeutik konselor YAKITA Aceh terdiri dari empat tahapan yaitu tahapan Pra-Interaksi, tahapan Orientasi, tahapan Kerja, dan tahapan Terminasi/Evaluasi dengan menggunakan metode terapi 12 Langkah NA (Narcotics Anonymous). Hambatan-hambatan yang dihadapi oleh konselor yaitu, ketidaksediaan beberapa klien, dan ketidakterbukaan beberapa klien untuk ditolong ini juga dikarenakan keterbatasan kemampuan konselor di bidang konseling. Indikator-indikator yang dapat dilihat bahwa komunikasi terapeutik yang dilakukan YAKITA Aceh telah berhasil yaitu, dari segi fisik klien terlihat lebih sehat, perubahan perilaku menjadi positif, secara emosional klien juga sudah mulai stabil. Sejauh ini komunikasi terapeutik dalam kegiatan rehabilitasi pecandu narkoba yang dilakukan konselor YAKITA Aceh dinilai cukup berhasil.

Kata Kunci: Komunikasi Terapeutik, Pecandu Narkoba


Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK