IDENTIFIKAS ENDOPARASIT PADA IKAN LELE (CLARIAS BATRACHUS) DI KECAMATAN LHOKNGA ACEH BESAR PASCA TSUNAMI | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

IDENTIFIKAS ENDOPARASIT PADA IKAN LELE (CLARIAS BATRACHUS) DI KECAMATAN LHOKNGA ACEH BESAR PASCA TSUNAMI


Pengarang

M. Ridhan Akbar - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1202101010086

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran Hewan / Pendidikan Kedokteran Hewan (S1) / PDDIKTI : 54261

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2017

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi parasit dan mengetahui
pengaruh tingkat prevalensi parasit yang ditemukan pada ikan lele (Clarias
batrachus) di wilayah yang terkena dampak Tsunami dan wilayah yang tidak
terkena dampak Tsunami. Sebanyak 80 ekor ikan lele yang diambil dari 4 lokasi di
daerah Lhoknga, Aceh Besar yang terdiri dari 3 lokasi terkena dampak tsunami
(Lambaro Seubun, Lamlhom dan Lampuuk) dan 1 desa tidak terkena dampak
tsunami (Keudee Bieng) kemudian diperiksa di laboratorium Parasitologi Fakultas
Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala Banda Aceh untuk melihat keberadaan
endoparasit. Pemeriksaan endoparasit dilakukan dengan cara pengamatan pada
permukaan dalam dari tractus digestivus di bawah mikroskop. Dari hasil penelitian
ditemukan empat jenis parasit yang menginfeksi ikan lele yaitu Pallisentis
nagpurensis, Anisakis spp, Camallanus spp, Acanthostomum spp. Parasit Anisakis
spp terdapat baik pada wilayah yang terkena Tsunami maupun yang tidak terkena
Tsunami, Camallanus spp dan Acanthostomum spp hanya terdapat pada wilayah
yang terkena dampak Tsunami sedangkan parasit P. nagpurensis terdapat di
wilayah yang tidak terkena dampak Tsunami. Tingkat prevalensi pada daerah yang
terkena Tsunami yaitu 56,6% sedangkan tingkat prevalensi pada daerah yang tidak
terkena dampak Tsunami lebih rendah, yaitu 45%. Dari hasil ini dapat dinyatakan
bahwasannya parasit pada daerah yang terkena dampak Tsunami memiliki tingkat
prevalensi yang lebih tinggi dibandingkan daerah yang tidak terkena dampak
Tsunami.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK