<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="29045">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN ORANGTUA DENGAN PENGGUNAAN KACAMATA SEBAGAI KOREKSI PADA ANAK KELAINAN REFRAKSI DI MIN ULEE KARENG BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nurul Islami</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA</publisher>
   <dateIssued>2016</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
&#13;
Kelainan refraksi merupakan keadaan dimana sistem optik dari mata gagal untuk menyesuaikan   diri,   sehingga   bayangan   tidak   fokus   tepat   pada   retina   dan menyebabkan  penglihatan  menjadi kabur.  Kelainan  refraksi  yang  tidak  dikoreksi merupakan masalah utama  mata di seluruh dunia. Data dari VISION 2020, suatu program  kerjasama  antara  International  Agency  for  the  prevention  of  Blindness (IAPB) dan World Health Organization (WHO) memperkirakan 153 juta penduduk dunia mengalami gangguan visus akibat kelainan refraksi yang tidak dikoreksi. Pentingnya orangtua memiliki pengetahuan yang benar mengenai kelainan refraksi, sebagai  upaya  untuk  dapat  menanggulangi  kondisi  kelainan  refraksi  pada  anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan tingkat pengetahuan orangtua dengan penggunaan kacamata sebagai koreksi pada anak kelainan refraksi di MIN Ulee Kareng Banda Aceh. Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik observasional dengan desain  cross  sectional dengan  metode  pengambilan sampel secara total sampling. Ditemukan 42 anak yang mengalami kelainan refraksi dari 429 anak yang dilakukan pemeriksaan visus  menggunakan Snellen Chart, selanjutnya dibagikan kuesioner untuk menilai pengetahuan orangtua terhadap kelainan refraksi. Hasil analisis data dengan menggunakan uji Mann-Withney menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan orangtua dengan penggunaan kacamata sebagai koreksi pada anak kelainan refraksi (p value 0,023</note>
 <subject authority="">
  <topic>CHILD DEVELOPMENT</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>CHILD PSYCHOLOGY</topic>
 </subject>
 <classification>621.65</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>29045</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-01-11 10:34:37</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-11-25 10:30:14</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>