HUBUNGAN ASI EKSKLUSIF DENGAN RENDAHNYA KEJADIAN STUNTING PADA BAYI USIA 6 BULAN DI KECAMATAN BAITUSSALAM ACEH BESAR | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

HUBUNGAN ASI EKSKLUSIF DENGAN RENDAHNYA KEJADIAN STUNTING PADA BAYI USIA 6 BULAN DI KECAMATAN BAITUSSALAM ACEH BESAR


Pengarang

NADIA FIANY - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1307101010105

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran / Pendidikan Dokter (S1) / PDDIKTI : 11201

Penerbit

Banda Aceh : FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA., 2016

Bahasa

Indonesia

No Classification

613.269

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Stunting merupakan salah satu permasalahan yang masih dihadapi oleh Indonesia hingga saat ini. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013, prevalensi stunting di Indonesia sebesar 30,7 %. Sedangkan prevalensi stunting di Aceh sebesar 42%. Stunting merupakan masalah yang disebabkan oleh kurangnya nutrisi selama masa pertumbuhan dan perkembangan di awal kehidupan. Stunting berhubungan dengan perkembangan otak yang tidak maksimal, berkurangnya kekuatan mental dan kemampuan belajar , penurunan prestasi sekolah, dan penurunan produktivitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan ASI eksklusif dengan Rendahnya Kejadian stunting pada bayi usia 6 bulan di Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan rancangan cross sectional. Penelitian ini menggunakan teknik total sampling pada populasi bayi usia 6 bulan di Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar. Panjang bayi diukur menggunakan infantometer , hasil pengukuran kemudian dimasukkan kedalam kurva WHO. Bayi dikategorikan stunting apabila skor TB/U < -2 SD. Sedangkan pemberian ASI eksklusif ditentukan melalui wawancara menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan dari 34 bayi usia 6 bulan di Kecamatan Baitussalam, 67,6 % bayi mendapatkan ASI eksklusif dan 32,4% bayi tidak ASI eksklusif. Hasil pengukuran panjang bayi menunjukkan 5,9 % bayi stunting, 82% bayi normal, dan 11,8 % bayi tinggi. Analisis data yang digunakan adalah mann-whitney dengan interval kepercayaan 95% dan didapatkan p-value 0,023 ( < 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan ASI eksklusif dengan rendahnya kejadian stunting pada bayi usia 6 bulan di Kecamatan Baitussalam Aceh Besar.
Kata Kunci : Stunting, ASI Eksklusif
ABSTRACT
Stunting is a problem that still occurs in Indonesia. Basic Health Research 2013 noted that prevalence of stunting in Indonesia is 30,7 %,but what worse is prevalence of stunting in the province of Aceh is higher (42 %). Stunting is a chronic malnutrition problem during the most critical periods of growth and development in early life. Stunting is associated with an under developed brain, diminished mental ability and learning capacity, poor academic performance, and productivity.This Research was observational analysis with cross sectional study design. This research using total sampling technique on 6 months babies in district Baitussalam, Aceh Besar. Baby’s height was measured using infantometer and interpreted using WHO growth charts. Stunting is defined as height for age is below -2 SD from the median of the WHO Child Growth Standards. Exclusive breastfeeding was determined through interviews using questionnaire. The result of research showed among 34 babies, 67,6 % babies were exclusive breastfed babies and 32,4 % were non-exclusive breastfed babies. Height measurements result showed 5,9% babies were stunting, 82% babies were normal heights, and 11,8 % babies were tall. Data analysis used mann-whitney test with 95 % confidence intervals and showed p value 0,023 (

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK