<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="28796">
 <titleInfo>
  <title>DAMPAK IMPLEMENTASI TARIF 0% ACFTA (ASEAN CHINA FREE TRADE AREA) TERHADAP NILAI EKSPOR 8 KOMODITAS PERTANIAN INDONESIA KE TIONGKOK</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ade Elvi Rahmah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2017</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>DAMPAK IMPLEMENTASI TARIF 0% ACFTA (ASEAN CHINA FREE TRADE AREA) TERHADAP NILAI EKSPOR 8 KOMODITAS PERTANIAN  INDONESIA KE TIONGKOK&#13;
&#13;
Oleh:&#13;
Ade Elvi Rahmah/Agribisnis/Universitas Syiah Kuala&#13;
ABSTRAK&#13;
ASEAN China Free Trade Area (ACFTA) adalah suatu bentuk kerjasama perdagangan bebas antara negara Indonesia yang termasuk anggota ASEAN dengan negara Tiongkok. Kebijakan utama yang tertuang dalam kesepakatan tersebut yakni pembebasan dan penurunan tarif terhadap kegiatan perdagangan antara negara-negara yang tergabung didalamnya. Penelitian ini menganalisis apakah terdapat perbedan yang signifikan pada nilai ekspor komoditas pertanian Indonesia ke Tiongkok setelah adanya implementasi tarif 0% ACFTA dan bagaimana dampak implementasi tarif 0% ACFTA (ASEAN-China Free Trade Area) terhadap nilai ekspor 8 komoditas pertanian Indonesia ke Tiongkok yakni: (1) lemak dan minyak hewani/nabati, (2) karet dan produk karet, (3) kayu dan produk kayu, (4) ikan, udang, dan makanan laut lainnya, (5) kakao, (6) kopi, teh dan rempah, (7) sayuran dan buah-buahan, serta (8) gula dan kembang gula.  Teknik yang digunakan untuk menganalisis data yakni menggunakan uji beda sampel berpasangan (Paired T Test) terhadap dua periode pengamatan, yakni sebelum dan sesudah ACFTA. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan ke arah peningkatan nilai ekspor setelah implementasi tarif 0% ACFTA serta implementasi tarif 0% ACFTA berdampak positif bagi ekspor 8 komoditas pertanian indonesia ke Tiongkok. Adapun komoditas yang paling tinggi peningkatan nilai ekspor karena implementasi tarif 0% ACFTA berturut-turut yakni minyak dan lemak hewani/nabati, karet dan produk karet serta kayu dan produk dari kayu. &#13;
&#13;
&#13;
Kata Kunci: ACFTA, Paired T Test , Komoditas Pertanian&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>28796</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-01-06 11:25:17</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-01-06 15:48:45</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>