UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL RIMPANG KENCUR (KAEMPFERIA GALANGA L) TERHADAP ISOLAT KLINIS KLEBSIELLA PNEUMONIAE PENGHASIL ESBL SECARA IN VITRO | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL RIMPANG KENCUR (KAEMPFERIA GALANGA L) TERHADAP ISOLAT KLINIS KLEBSIELLA PNEUMONIAE PENGHASIL ESBL SECARA IN VITRO


Pengarang

FITRA HAYATI - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1307101010136

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran / Pendidikan Dokter (S1) / PDDIKTI : 11201

Penerbit

Banda Aceh : FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA., 2016

Bahasa

Indonesia

No Classification

615.321

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK

Meningkatnya resistensi mikroorganisme terhadap antibiotik menjadi salah satu masalah kesehatan dunia. Salah satu bakteri resisten antibiotik yang sering ditemukan dipelayanan kesehatan dan masyarakat adalah Klebsiella pneumoniae yangresisten antibiotik golongan Beta Laktam (Klebsiella pneumoniae penghasil ESBL). Kencur (Kaempferia galanga L) merupakan salah satu tanaman herbal, memiliki kandungan zat kimia aktif yang berfungsi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol rimpang kencur (Kaempferia galanga L) terhadap pertumbuhan isolat klinis bakteri Klebsiella pneumoniae penghasil ESBL. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 kelompok perlakuan dengan 4 kali pengulangan. Perlakuan terdiri dari ekstrak etanol rimpang kencur konsentrasi 25%, 50%, 75% dan 100%, dan kontrol negatif akuades. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol rimpang kencur dengan konsentrasi 25%, 50%, 75%, dan 100% mempunyai daya hambat terhadap pertumbuhan Klebsiella pneumoniae penghasil ESBL dengan diameter zona hambat rata-rata 6,38 mm, 6,90 mm, 8,21 mm, dan 9,52 mm sedangkan kontrol negatif tidak menunjukkan daya hambat. Hasil analisis data dengan ANOVA (p

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK