<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="28765">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH KETINGGIAN TEMPAT TUMBUH DAN VARIETAS TERHADAP MUTU FISIK, FISIKO-KIMIA, DAN CITA RASA KOPI ARABIKA GAYO</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nur Al Qadry</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2016</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Abstrak. Kopi dengan rasa yang khas akan diperoleh bila varietas tertentu ditanam pada hamparan ketinggian tertentu tanpa tercampur dengan varietas lainnya dan diolah dengan cara pengolahan basah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ketinggian tempat tumbuh dan varietas terhadap kualitas citarasa kopi Arabika Gayo serta memetakan kualitas citarasanya berdasarkan varietas dan ketinggian tempat tumbuh. Varietas dan ketinggian tempat tumbuh kopi Arabika di Dataran Tinggi Gayo diduga mempengaruhi mutu fisik dan organoleptik kopi yang dihasilkan. Varietas kopi arabika gayo yang dijadikan sebagai sampel adalah varietas Tim-Tim (V1), Bor-Bor (V2), dan Ateng Super (V3) dan Multi Varietas (V4) yang di tanam pada tiga ketinggian tempat yang berbeda di Kabupaten Bener Meriah dan Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh, yaitu dibawah 1.100 (T1) m dpl, antara 1.100 s.d 1.500 (T2) m dpl, dan diatas 1.500 (T3) mdpl. Parameter yang diamati adalah: kualitas fisik, dan  analisis pH. Hasil analisis ukuran biji menghasilkan persentase ukuran biji besar terbanyak adalah varietas Borbor pada ketinggian tempat tumbuh diatas 1.500 mdpl yaitu 50,35 %. Dan varietas Borbor menghasilkan persentase ukuran biji yang tidak layak terkecil daripada yang lainnya. Sedangkan, varietas Ateng Super di ketinggian tempat tumbuh di bawah 1.100 m dpl menghasilkan biji yang tidak layak paling besar yaitu, 2,65 %. Hasil analisis menunjukkan biji cacat (Triage) kopi dengan varietas yang tumbuh di bawah 1.100 mdpl lebih tinggi nilai cacatnya dengan persentase 27,10% dibandingkan dengan yang tumbuh di atas 1.100 m dpl. dan kopi yang tumbuh di atas 1.500 mdpl memiliki biji cacat dengan persentase terendah (4,90 %).</note>
 <subject authority="">
  <topic>COFFEE-AGRICULTURE</topic>
 </subject>
 <classification>1</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>28765</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-01-06 09:16:02</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-04-16 15:02:55</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>