<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="28607">
 <titleInfo>
  <title>PERANCANGAN TATA LETAK GUDANG PENYIMPANAN BARANG MENGGUNAKAN METODE CLASS BASED STORAGE (STUDI KASUS:</title>
  <subTitle>PT POS INDONESIA, KUTA ALAM BANDA ACEH)</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ulil Aidi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SYIAH KUALA</publisher>
   <dateIssued>2017</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
&#13;
&#13;
Tata letak merupakan satu keputusan penting yang menentukan efisiensi sebuah operasi dalam jangka panjang. Tata letak gudang adalah sebuah desain yang mencoba meminimalkan biaya total dengan mencari kombinasi yang terbaik antara luas ruang dan penanganan bahan. Tujuan tata letak gudang adalah untuk menemukan titik optimal diantara biaya penanganan bahan dan biaya-biaya yang berkaitan dengan luas ruang dalam gudang. PT POS Indonesia cabang Aceh merupakan satu perusahaan yang bergerak di bidang layanan pos untuk wilayah Banda Aceh dan sekitarnya. Perusahaan memiliki tiga aktifitas utama, yaitu penerimaan, penyimpanan, dan pengiriman. Untuk menunjang ketiga aktifitas tersebut, perusahaan memiliki gudang penyimpanan barang. Permasalahan yang dihadapi saat ini adalah tidak adanya suatu rangcangan tata letak yang baik untuk menyimpan dan menyusun barang-barang tersebut. Akibatnya diperlukan waktu yang lebih lama dalam proses material handling (ada waktu untuk mencari) dan juga terjadi penumpukan produk yang berlebihan. Perbaikan menggunaka metode Class Based Storage, mengurutkan material berdasarkan frekuensi perpindahan dan membentuk tiga kelas, yaitu A, B, C. Untuk melakukan peracangan tata letak, dilakukan penentuan luas penyimpanan kemudian membuat alternatif layout. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan frekuensi perpindahan, material dikelompokkan menjadi kelas A: Medan, Lhokseumawe, dan Meulaboh, kelas B: Tapaktuan dan KPC, kelas C: Sigli, Langsa, dan Banda Aceh. Alternatif layout yang diusulkan mengurangi jarak perpindahan sebesar 57233,66 meter dan mengurangi waktu sebesar 617,73 menit.&#13;
.&#13;
	&#13;
Kata Kunci: Tata Letak, Class Based Storage, Frekuensi Perpindahan, Material Handling, Jarak Perjalanan.&#13;
</note>
 <subject authority="">
  <topic>INTERIOR DECORATION</topic>
 </subject>
 <classification>725.4</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>28607</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-01-04 17:18:10</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-11-14 09:20:43</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>