Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENGUATAN AKAR BAMBU DI BAWAH LERENG KEPADA KONTRIBUSI KEKUATAN GESER TERHADAP STABILITAS TANAH .
Pengarang
haris novian saputra - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1304101010154
Fakultas & Prodi
Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201
Penerbit
Banda Aceh : FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SYIAH KUALA., 2016
Bahasa
Indonesia
No Classification
624.1
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
ABSTRAK
Hujan lebat yang berkelanjutan pada lereng dan sebagian akar-akar pohon besar tidak menembus slip surface dapat mempengaruhi stabilitas lereng. Hal ini, dapat memicu terjadinya longsor yang dapat mengakibatkan banjir bandang. Lokasi pengujian penguatan akar bambu berfokus di bagian bawah lereng. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kontibusi kekuatan akar terhadap kuat geser akibat interaksi akar-tanah di bawah lereng. Pengujian sifat fisis dan mekanis tanah dilakukan di laboratorium. Sementara, pengambilan sampel akar-tanah di lapangan berjarak yaitu 0,25 m, 0,50 m, 0,75 m, dan 1.00 m dari pohon bambu dengan kedalaman 0.50 m dan 1.00 m. Pengambilan sampel dilapangan dilakukan dengan menggunakan alat Root Auger dan dibawa ke laboraturium untuk dilakukan Direct Shear. Hasil yang di dapat menunjukan bahwa pada lokasi jenis tanah adalah lanau anorganik, nilai kohesi (c) rata pada tanah adalah 0,63 kg/cm2 dan sudut geser (Ø) adalah 13?. Sementara, hasil pengujian untuk akar bambu – tanah nilai kohesi (c) pada jarak 0,25 m = 1,07 kg/cm2, 0,50 m = 0,96 kg/cm2, 0,75 m = 0,82 kg/cm2, dan 1,00 m = 0,69 kg/cm2 dan sudut geser pada jarak 0,25 m = 5,4?, 0,50 m = 8,17?, 0,75 m = 9,83?, 1,00 m = 10,43 ? di kedalaman 0.50 m,Sedangkan untuk akar bambu – tanah di kedalaman 1.00 m nilai kohesi (c) pada jarak 0,25 m = 0,82 kg/cm2, 0,50 m = 0,69 kg/cm2, 0,75 m = 0,66 kg/cm2, dan 1.00 m = 0.64 kg/cm2 dan sudut geser pada jarak 0,25 m = 7?, 0,50 m = 8,50?, 0,75 m = 9,83?, 1,00 m = 12,88?. Maka, pada kedalaman 0.50 m nilai kohesi dari pesentase akar-tanah meningkat signifikan terhadap jarak dari bambu. Sedangkan, pada kedalaman 1.00 m nilai kohesi dari persentase akar-tanah tidak meningkat signifikan terhadap jarak dari bambu. Oleh karena itu, kohesi tambahan dari akar lebih besar perannya di kedalaman 0.50 m dibandingkan kedalaman 1.00 m. Penguatan akar semakin besar perannya untuk peningkatan kuat geser terhadap di kedalaman kurang dari 1,00 m.
Kata kunci : Nilai kohesi (c), sudut geser (Ø), kekuatan geser tanah (?)
Tidak Tersedia Deskripsi
GAYA TARIK AKAR BAMBU TERHADAP STABILITAS LERENG (Ismail, 2018)
KEKUATAN TARIK AKAR BAMBU TERHADAP STABILITAS TANAH DI BAWAH LERENG (Rizki Ramadhan, 2016)
KONTRIBUSI AKAR BAMBU TERHADAP PENINGKATAN PARAMETER KUAT GESER TANAH AKIBAT BANJIR BANDANG (Maulana Rizki Nst, 2017)
KAJIAN SEKITAR AREA TANAH LONGSOR DI LOKASI SEULIMUM KABUPATEN ACEH BESAR MENGGUNAKAN PENGUJIAN GESER LANGSUNG (Mizwar Shiddiq, 2017)
KAJIAN SEKITAR AREA TANAH LONGSOR DI LOKASI LHOONG JALAN BANDA ACEH-MEULABOH KM 28+000 KABUPATEN ACEH BESAR MENGGUNAKAN PENGUJIAN GESER LANGSUNG (Julianda, 2017)