<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="28438">
 <titleInfo>
  <title>TANGGUNG JAWAB PELAKU USAHA DEPOT AIR DALAM PENERAPAN KUALITAS STANDAR MUTU AIR MINUM ISI ULANG DIKAITKAN DENGAN PERLINDUNGAN KONSUMEN DI KOTA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Sari Ramadhana</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2016</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>i&#13;
 &#13;
ABSTRAK&#13;
 &#13;
Sari Ramadhana, TANGGUNG JAWAB PELAKU USAHA DEPOT&#13;
AIR DALAM PENERAPAN KUALITAS STANDAR&#13;
MUTU AIR MINUM ISI ULANG DIKAITKAN&#13;
DENGAN PERLINDUNGAN KONSUMEN DI KOTA&#13;
BANDA ACEH&#13;
Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala&#13;
(vi, 59), pp.,bibl.,app. &#13;
 &#13;
2016 &#13;
 (Dr. Sri Walny Rahayu, SH., M.HUM) &#13;
&#13;
Tanggung jawab pelaku usaha kepada konsumen diatur oleh norma Pasal 19 UUPK &#13;
Tahun 1999 tentang Tanggung Jawab Pelaku Usaha jo Pasal 3 Permenkes Nomor 43 Tahun&#13;
2010 Tentang Hygiene Sanitasi Depot Air Minum. Namun dalam praktiknya di Kota Banda&#13;
Aceh ditemukan pelaku usaha depot air minum isi ulang belum memenuhi tanggung jawabnya&#13;
dalam menerapkan kualitas standar mutu untuk melindungi hak konsumen. &#13;
Tujuan penulisan skripsi ini untuk mengetahui dan menjelaskan tanggung jawab pelaku&#13;
usaha depot air minum dalam penerapan kualitas standar mutu air minum isi ulang telah&#13;
dilaksanakan oleh pelaku usaha depot air minum. Bentuk kerugian konsumen akibat pelaku&#13;
usaha yang tidak menerapkan kualitas standar mutu air minum isi ulang, dan upaya yang telah&#13;
dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh dalam melindungi hak-hak konsumen&#13;
berkaitan dengan air minum isi ulang. &#13;
Penelitian ini bersifat yuridis normatif, yaitu suatu pendekatan yang menggunakan konsep&#13;
legal positif dengan cara mengkaji penerapan kaidah atau norma dalam hukum positif. Data&#13;
penelitian yuridis normatif berupa bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan&#13;
hukum tersier didukung oleh data primer di lapangan sebagai ilmu bantu.  &#13;
Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa tanggung jawab pelaku usaha depot air&#13;
minum isi ulang belum memenuhi persyaratan hygiene sanitasi air minum di antaranya ada&#13;
beberapa perlengkapan dan peralatan yang digunakan seperti kran pengisian air minum, kran&#13;
pengisian galon sudah berkarat, tendon air minum sering terbuka, lantai hanya dilapisi karpet&#13;
sehingga tidak kedap air, bangunan terbuat dari kayu sehingga tidak mudah untuk dibersihkan.&#13;
Bentuk kerugian yang diderita konsumen karena tidak adanya penerapan kualitas standar mutu&#13;
air minum isi ulang mengalami keracunan bakteri sehingga menyebabkan diare, gejala tifus,&#13;
pusing. Upaya yang telah dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh seperti&#13;
melakukan pengawasan, sosialisasi, dan pembinaan, namun pengawasan yang dilakukan belum&#13;
maksimal sebagaimana dalam peraturan perundang-undangan seperti belum memberikan&#13;
sanksi terhadap pelaku usaha yang belum memenuhi kualitas standar mutu, belum adanya data&#13;
yang terpilah, belum adanya kerja sama yang bersinergi dengan Yayasan Perlindungan&#13;
Konsumen Aceh  (YAPKA), sehingga masih ditemukan pelaku usaha yang belum menerapkan&#13;
kualitas standar mutu. &#13;
Diharapkan kepada pelaku usaha depot air minum isi ulang di Kota Banda Aceh&#13;
menyadari tanggung jawabnya karena akan menimbulkan resiko bagi konsumennya dan&#13;
pelanggaran terhadap hal tersebut dikenakan sanksi dalam aturan yang berlaku, oleh karena itu&#13;
perlu mengikuti berbagai bentuk pelatihan, sosialisasi, dan pembinaan. Disarankan kepada&#13;
konsumen agar lebih cermat dan berhati-hati untuk memilih depot air minum isi ulang.&#13;
Diharapkan kepada Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh adanya data terpilah mengenai pelaku&#13;
usaha yang telah dan yang belum menerapkan kualitas standar mutu air minum isi ulang,&#13;
berkoordinasi dan bersinergi kepada YAPKA, memberikan sanksi administratif seperti&#13;
larangan distribusi air minum isi  ulang kepada depot yang tidak menerapkan kualitas standar&#13;
mutu.&#13;
</note>
 <subject authority="">
  <topic>DRINKING WATER - SUPPLY SERVICES</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>WATER SUPPLY - ENGINEERING - RURAL</topic>
 </subject>
 <classification>628.72</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>28438</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-01-03 12:57:29</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-11-12 08:57:58</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>