KAJIAN PRIORITAS DAERAH LAYANAN UNTUK PENGEMBANGAN SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM (SPAM) KABUPATEN ACEH UTARA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

KAJIAN PRIORITAS DAERAH LAYANAN UNTUK PENGEMBANGAN SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM (SPAM) KABUPATEN ACEH UTARA


Pengarang

SAYUTHI - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1409200060068

Fakultas & Prodi

Fakultas / / PDDIKTI :

Penerbit

Banda Aceh : Program Studi Magister Teknik Sipil., 2016

Bahasa

Indonesia

No Classification

628.1

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Target Pemerintah Indonesia pada akhir tahun 2019, (100%) penduduk Indonesia memperoleh layanan air minum layak, (0%) permukiman kumuh serta (100%) masyarakat dilayani dengan sanitasi yang layak. Pada tahun 2014 cakupan pelayanan PDAM Tirta Mon Pase sebesar 22,01%. Sistem eksisting sekarang PDAM Tirta Mon Pase melayani kebutuhan air bersih melalui 12 (dua belas) IPA yang difungsikan dalam 9 (sembilan) sistem jaringan, namun tidak semua sistem dapat beroperasi secara optimal dikarenakan berbagai faktor termasuk dana pengembangan. Total kapasitas terpasang seluruh IPA sejak tahun 2010 sebesar 575 liter/detik sehingga secara teknis mampu melayani seluruh kebutuhan air bersih penduduk Aceh Utara tahun proyeksi 2016 yaitu sebesar 570,10 liter/detik. Keterbatasan jaringan distribusi dan kapasitas IPA yang belum berfungsi maksimal adalah kendala utama pencapaian 100% layanan air bersih. Kendala tersebut mengharuskan pengembangan dilakukan bertahap sesuai dengan prioritas. Faktor teknis, sosial ekonomi, lingkungan, dan aksesibilitas adalah indikator penentuan prioritas daerah layanan untuk pengembangan SPAM. Air baku yang digunakan PDAM Tirta Mon Pase saat ini adalah berasal dari Kr. Tuan, Kr. Jamuan, Kr. Pase, Kr. Keureuto, Kr. Jambo Aye dan Kr.Peuto serta 1 unit sumur dalam di Kecamatan Simpang Keuramat. Hasil penggabungan dengan nilai rata-rata antara metode Weighted Average dan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) menunjukkan Kecamatan Dewantara sebagai prioritas I untuk pengembangan SPAM IKK dan Kecamatan Matangkuli menjadi prioritas I untuk SPAM Perdesaan. Sebanyak 7 (tujuh) dari 8 (delapan) kecamatan yang berada di kawasan pesisir termasuk dalam prioritas tahap I pengembangan SPAM IKK, hal ini mengindikasikan kebutuhan akses air bersih sangat tinggi di kawasan tersebut.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK