Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
OPTIMALISASI RANGKAIAN ALAT BONGKAR, ALAT MUAT DAN ALAT ANGKUT PADA PENAMBANGAN BATUGAMPING DI QUARRY SAWANGAN PT SINAR TAMBANG ARTHALESTARI (SEMEN BIMA)
Pengarang
Mohd Prieska H A - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1204108010044
Fakultas & Prodi
Fakultas Teknik / Teknik Pertambangan (S1) / PDDIKTI : 31201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SYIAH KUALA., 2016
Bahasa
Indonesia
No Classification
529
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
PT Sinar Tambang Arthalestari sebagai pemilik dan produsen Semen Bima mempercayakan penambangan batugamping di Quarry Sawangan kepada PT Bintang Mitra Sejahtera. Batugamping adalah salah satu bahan baku pembuatan semen. Penambangan batugamping dilakukan dengan menggunakan rangkaian peralatan mekanis berupa 3 unit rock breaker, 3 unit excavator dan 9 unit dump truck. Rata-rata produksi harian batugamping sebesar 4.989,59 ton sedangkan target produksi harian batugamping adalah 8.876 ton. Metode optimalisasi diterapkan untuk mencapai target produksi harian berupa optimasi alat bongkar yang menggunakan 3 unit rock breaker dengan efisiensi 51% bekerja selama 12 jam dan dikombinasikan dengan 3 unit Surface Miner SM2200 bekerja selama 8 jam. Optimasi untuk alat muat menggunakan 2 unit Hitachi Zaxis 330 dengan efisiensi 39% dan 2 unit Doosan 340 LCV dengan efisiensi 48%. Optimasi alat angkut tercapai dengan menggunakan 15 unit dump truck berefisiensi 51% yang dapat mengangkut 25 ton per ritasi untuk mencapai target produksi harian. Sehingga dengan kata lain dibutuhkan minimal 4 fleet untuk mencapai target produksi. Hasil produksi batugamping oleh alat bongkar dan 4 fleet bekerja masing-masing mencapai 11.841,03 ton dan 10.182,8 ton. Tinjauan tentang lebar jalan tambang lurus menunjukkan 4 dari 5 jalan dari front kerja menuju hopper sudah memenuhi lebar teoritis sebesar 8,75 meter. Sedangkan tinjauan tentang lebar jalan tikungan memperlihatkan bahwa 3 dari 4 jalan dari front kerja belum memenuhi lebar tikungan teoritis sebesar 13,3 meter dan terdapat 3 segmen jalan tambang yang memiliki kemiringan lebih dari 10%.
Kata kunci: rock breaker, surface miner, excavator, dump truck, lebar jalan, grade jalan tambang, optimalisasi.
Tidak Tersedia Deskripsi
PENINGKATAN PRODUKTIVITAS PADA TAMBANG KUARI BATUGAMPING DENGAN MENGGUNAKAN TEORI ANTRIAN DI PT SINAR TAMBANG ARTHALESTARI, KECAMATAN AJIBARANG, KABUPATEN BANYUMAS, JAWA TENGAH (Muhammad Iqbal, 2017)
EVALUASI JAM KERJA EFEKTIF DAN KESERASIAN KERJA ALAT GALI MUAT KOMATSU PC 800 SE DENGAN ALAT ANGKUT SCANIA P 420 PADA PENAMBANGAN BATU BARA PIT 1 TIMUR BANKO BARAT PT BUKIT ASAM (PERSERO) TBK (MUHAMMAD FADHIL, 2018)
KAJIAN TEKNIS PRODUKSI ALAT GALI MUAT DAN ANGKUT PENAMBANGAN BATUBARA PT MIFA BERSAUDARA (T RYO ROSMANDA PARASAMIA, 2018)
KAJIAN TEKNIS JALAN ANGKUT TERHADAP OPTIMALISASI PENCAPAIAN TARGET PRODUKSI BATUGAMPING DI QUARRY SAWANGAN PT. SINAR TAMBANG ARTHALESTARI AJIBARANG BANYUMAS JAWA TENGAH (Risa Hasi Yana, 2017)
KAJIAN TEKNIS PENINGKATAN EFISIENSI ALAT MUAT DAN ALAT ANGKUT UNTUK MENCAPAI SASARAN PRODUKSI PADA PENAMBANGAN BATU GAMPING KUARI I OLEH PT MACMAHON INDONESIA (AMPON CUT, 2017)