POTENSI KAWASAN IBOIH SABANG SEBAGAI AREA PENGAMATAN BURUNG (BIRDWATCHING AREA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

POTENSI KAWASAN IBOIH SABANG SEBAGAI AREA PENGAMATAN BURUNG (BIRDWATCHING AREA


Pengarang

Nurul Wasilah - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1206103010053

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Pendidikan Biologi (S1) / PDDIKTI : 84205

Penerbit

Banda Aceh : FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA., 2016

Bahasa

Indonesia

No Classification

577.51

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Burung merupakan salah satu satwa yang mudah dijumpai di setiap tempat dan mempunyai posisi yang penting sebagai salah satu kekayaan alam di Indonesia. Jenisnya sangat beranekaragam dan masing-masing jenis memiliki nilai keindahan tersendiri. Untuk hidup burung memerlukan syarat-syarat tertentu, antara lain kondisi habitat yang cocok dan aman dari segala macam gangguan. Potensi adalah kemampuan yang mempunyai kemungkinan untuk dikembangkan, kekuatan, kemampuan, kesanggupan daya.
Tujuan penelitian adalah (1) mengetahui potensi kawasan Iboih, Sabang sebagai area pengamatan burung (birdwatching area) ditinjau dari indeks kekayaan jenis burung (R) (2) mengetahui potensi kawasan Iboih, Sabang sebagai area pengamatan burung (birdwatching area) ditinjau dari indeks keanekaragaman jenis burung (H’) (3) mengetahui potensi kawasan Iboih, Sabang sebagai area pengamatan burung (birdwatching area) ditinjau dari penyebaran burung. Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian dilakukan di hutan lindung Iboih Kecamatan Sukakarya, Kota Sabang, Aceh pada bulan Juni-Juli 2016.
Hasil penelitian adalah (1) kekayaan jenis burung di hutan lindung Iboih Kecamatan Suka Karya, Kota Sabang, Aceh tergolong rendah R = 2,17, (2) keanekaragaman jenis burung di hutan lindung Iboih Kecamatan Suka Karya, Kota Sabang, Aceh tergolong sedang H’ = 2,31 (3) penyebaran burung secara spasial pada keseluruhan jalur yang tertinggi adalah Raja Udang Biru (Halcyon sancta), (4) penyebaran burung secara temporal pada keseluruhan jalur yang tertinggi pada pagi (07.00-09.00) WIB adalah Kolibri Kuning (Nectarinia jugularis) sebanyak 206 individu, dan (5) penyebaran burung secara temporal pada keseluruhan jalur yang tertinggi pada sore (16.00-18.00) WIB adalah Raja Udang Biru (Halcyon sancta) sebanyak 168 individu.
Simpulan penelitian ini adalah (1) indeks kekayaan jenis burung di hutan lindung Iboih Kecamatan Suka Karya, Kota Sabang, Aceh dikategorikan rendah dan tidak berpotensi sebagai area pengamatan burung, (2) indeks keanekaragaman jenis burung di hutan lindung Iboih Kecamatan Suka Karya, Kota Sabang, Aceh dikategorikan sedang dan berpotensi sebagai area pengamatan burung, (3) waktu yang dapat digunakan sebagai potensi kawasan Iboih, Sabang sebagai area pengamatan burung (birdwatching area) adalah pada pagi hari, dengan waktu pengamatan antara pukul 07.00-09.00 WIB.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK