<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="28178">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH KEBISINGAN TERHADAP TERJADINYA STRES OKUPASI PADA PEKERJA DI PT.PLN (PERSERO)BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Putri Maulidasari</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA</publisher>
   <dateIssued>2016</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
&#13;
&#13;
Lingkungan kerja yang aman dan sehat sangat penting untuk meningkatkan produktivitas pekerja. Pekerja dalam melaksanakan pekerjaannya sering mendapat tekanan langsung baik dari pekerjaan maupun lingkungan tempat mereka bekerja, salah satunya adalah kebisingan. Kebisingan merupakan bunyi yang tidak dikehendaki yang dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan gangguan kesehatan. National Institute for Occupational Safety and Health (NIOSH) menyebutkan bahwa stressor di lingkungan kerja dapat menimbulkan reaksi psikis, fisiologis dan perilaku. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kebisingan terhadap terjadinya stres okupasi pada pekerja di PT. PLN (Persero) Banda Aceh. Jenis penelitian ini adalah Analitik Observasional dengan desain Cross Sectional dan pengambilan sampel dilakukan secara Purposive Sampling. Total sampel dari penelitian ini adalah 51 orang. Kebisingan diukur dengan menggunakan Sound Level Meter dan stres okupasi diukur dengan menggunakan kuesioner yang telah dimodifikasi dan dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 100% pekerja yang mengalami stres tinggi terdapat di area bising, pekerja yang mengalami stres sedang 77,8% terdapat di area bising dan&#13;
22,2% terdapat di area tidak bising, sedangkan yang mengalami stres rendah lebih banyak terdapat di area kerja yang tidak bising yaitu 70,3% dan sisanya 29,7% adalah dari area bising. Hasil uji Mann-Whitney   diperoleh nilai   p value 0,000 (p</note>
 <subject authority="">
  <topic>NOISE</topic>
 </subject>
 <classification>363.74</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>28178</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2016-12-29 23:05:51</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-11-21 09:05:49</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>