<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="28015">
 <titleInfo>
  <title></title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Santi Nurmaidar</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2016</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
SANTI NURMAIDAR,  PERLINDUNGAN HAK MORAL DAN HAK &#13;
EKONOMI CIPTAAN LAGU DAN/ATAU MUSIK &#13;
ASING DALAM UUHC TAHUN 2014.&#13;
Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala&#13;
(vi, 92), pp.,bibl.,app.&#13;
2016&#13;
(Dr. SRI WALNY RAHAYU, SH., M.HUM.)&#13;
Pasal 2  huruf b dan c  angka 1 dan 2  Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang &#13;
Hak Cipta menyatakan  bahwa Undang-Undang ini berlaku terhadap semua ciptaan &#13;
dan/atau produk hak terkait dan pengguna ciptaan dan/atau produk hak terkait bukan warga &#13;
negara Indonesia, bukan penduduk Indonesia, dan bukan badan hukum Indonesia   yang &#13;
untuk pertama kali dilakukan pengumuman di Indonesia dan  dengan ketentuan negaranya &#13;
mempunyai perjanjian bilateral dan multilateral dengan negara Republik Indonesia. Pasal 4 &#13;
disebutkan bahwa  hak cipta merupakan hak eksklusif yang terdiri atas hak moral dan hak&#13;
ekonomi yang dilindungi dan dalam Pasal 40 ayat (1) huruf d mengatur objek perlindungan &#13;
hak cipta yaitu lagu dan/atau  musik, namun dalam praktiknya  pelanggaran hak moral dan &#13;
hak ekonomi terhadap ciptaan lagu dan/musik asing masih banyak ditemukan di Aceh.&#13;
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menjelaskan bentuk perlindungan&#13;
dan pelanggaran, hambatan perlindungan  dan  upaya-upaya yang telah ditempuh dalam &#13;
penyelesaian sengketa para pihak terhadap pelanggaran hak moral dan hak ekonomi &#13;
ciptaan lagu dan/atau musik asing dalam praktiknya.&#13;
Penelitian ini bersifat yuridis normatif, yaitu suatu pendekatan yang menggunakan &#13;
konsep legal positif dengan cara mengkaji penerapan kaidah atau norma dalam hukum &#13;
positif.  Data penelitian  yuridis normatif berupa bahan hukum primer, bahan  hukum &#13;
sekunder dan bahan hukum tersier didukung oleh data primer di lapangan.&#13;
Berdasarkan hasil penelitian  diketahui pengaturan UUHC telah cukup baik &#13;
memberikan perlindungan. Namun dalam praktiknya belum dilindungi karena UUHC &#13;
menganut delik aduan.  Implementasi  perlindungan yang diberikan  menempatkan  baik&#13;
pencipta lagu dan/atau musik asing  maupun Indonesia harus inisiatif dan  pro-aktif dalam &#13;
melindungi hak ciptanya  sendiri.  Kondisi tersebut belum dilakukan karena sulit &#13;
menjangkau bentuk-bentuk pelanggaran  yang dilakukan Indonesia.  Hambatannya  yaitu &#13;
hambatan internal yang  dirasakan  pejabat Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS)  Hak &#13;
Kekayaan Intelektual di Kemenkum dan HAM Aceh yaitu tidak sesuainya tugas dan fungsi &#13;
SDM sesuai basis  profesionalitas keilmuan yang dimiliki,  hambatan eksternal  dari &#13;
seniman-seniman lagu dan/atau musik di Aceh yang masih bel um memahami UUHC &#13;
Tahun 2014. Penyelesaian sengketa yang ditempuh para pihak yang ditemukan sampai saat &#13;
ini di Aceh diselesaikan melalui alternatif penyelesaian sengketa dengan model mediasi.&#13;
Diharapkan  kepada Kanwil Hukum dan HAM harus melindungi ciptaan lagu &#13;
dan/atau musik asing meskipun UUHC  Tahun  2014 mengatur delik aduan. Pencipta dan &#13;
pemegang hak cipta maupun AIRA harus lebih  pro-aktif dalam melindungi ciptaannya. &#13;
Disarankan  bagi  pejabat  PPNS-HKI dan  penyidik pejabat  polri  yang bertanggung  jawab &#13;
dalam perlindungan hak cipta mendapatkan program pelatihan pencegahan pelanggaran &#13;
hak cipta. Diharapkan  Konsultan HKI  mampu membantu  memberikan pemahaman &#13;
mengenai mekanisme penyelesaian sengketa hak cipta terhadap pelanggaran hak cipta &#13;
yang sudah diketahui terjadi pelanggaran.</note>
 <subject authority="">
  <topic>COPYRIGHT</topic>
 </subject>
 <classification>346.048.2</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>28015</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2016-12-28 14:20:25</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-11-06 10:09:09</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>