<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="27998">
 <titleInfo>
  <title>IMPLEMENTASI PERSYARATAN HYGIENE SANITASI OLEH PELAKU USAHA RUMAH MAKAN DAN RESTORAN DIKAITKAN DENGAN PELAYANAN KONSUMEN DI KOTA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Siti Rahmah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2016</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
SITI RAHMAH,  IMPLEMENTASI  PERSYARATAN  HYGIENE&#13;
SANITASI OLEH PELAKU USAHA RUMAH &#13;
MAKAN DAN RESTORAN DIKAITKAN DENGAN &#13;
PELAYANAN KONSUMEN DI KOTA BANDA &#13;
ACEH&#13;
Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala&#13;
(vi, 81), pp.,bibl.,app.&#13;
2016&#13;
(Dr. SRI WALNY RAHAYU, SH., M.HUM)&#13;
Kewajiban  dan tanggung jawab pelaku usaha  rumah makan dan restoran dalam penerapan &#13;
persyaratan hygiene sanitasi diatur oleh norma Pasal 7 jo. Pasal 19 Undang-undang Nomor 8 Tahun &#13;
1999 tentang Perlindungan Konsumen  jo.  Pasal 5  Kepmenkes  RI  Nomor &#13;
1098/MENKES/SK/VII/2003 tentang Persyaratan  Hygiene  Sanitasi Rumah Makan dan Restoran. &#13;
Namun  dalam praktiknya pelaku usaha rumah makan dan restoran  di Kota Banda Aceh  belum &#13;
memenuhi  kewajiban dan tanggung jawabnya  untuk melindungi hak konsumen.  Persyaratan &#13;
hygiene  sanitasi yang berbentuk  pelayanan dan fasilitas  yang menjadi hak konsumen dalam &#13;
praktiknya belum terlaksana sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.&#13;
Tujuan penulisan skripsi ini untuk  menjelaskan persyaratan  hygiene  sanitasi telah &#13;
dilaksanakan oleh pelaku usaha rumah makan dan restoran, hambatan  yang ditemukan  pelaku &#13;
usaha rumah makan dan restoran dalam memberikan pelayanan berdasarkan persyaratan  hygiene&#13;
sanitasi, dan  upaya yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kota Banda Aceh dalam penegakan &#13;
perlindungan konsumen dan hygiene sanitasi.&#13;
Penelitian ini bersifat yuridis normatif, yaitu suatu pendekatan yang menggunakan konsep legal &#13;
positif dengan cara mengkaji penerapan kaidah atau norma dalam hukum positif.  Data penelitian &#13;
yuridis normatif berupa bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier &#13;
didukung oleh data primer di lapangan  dengan melakukan wawancara terhadap responden dan &#13;
informan.&#13;
Berdasarkan  hasil  penelitian diketahui  fasilitas pelayanan konsumen  seperti dapur yang &#13;
sehat, peralatan makanan dan pengolahan makanan dan kenyamanan, ke amanan dan keselamatan &#13;
yang menjadi hak konsumen belum tersedia sesuai  peraturan perundang-undangan  persyaratan &#13;
hygiene  sanitasi. Hambatan  pelayanan diidentifikasi berdasarkan 4 (empat) pilar,  hambatan  pelaku &#13;
usaha  meliputi  kurangnya pemahaman  hygiene  sanitasi,  modal  yang tidak cukup,  belum adanya &#13;
Standar Operasional Prosedure, belum adanya pengawasan dari Dinkes Kota Banda Aceh,  Dinkes &#13;
Kota Banda Aceh dan YAPKA  belum  berfungsi optimal. Hambatan  di pihak  konsumen  diketahui&#13;
kurangnya kesadaran  dan pemahaman tentang hak konsumen terkait dengan  hygiene  sanitasi.  Dari &#13;
pihak  Dinkes Kota Banda Aceh  diketahui hambatan pelayanan konsumen berupa  anggaran yang &#13;
tidak memadai,  belum  optimal koordinasi terpadu antara  pihak Dinkes  Kota Banda Aceh dan &#13;
puskesmas,  pelaku usaha belum menyadari kewajibannya dan belum terjalin hubungan yang &#13;
bersinergi antara Dinkes Kota Banda Aceh, YAPKA, pelaku usaha, dan konsumen. Hambatan yang &#13;
ditemukan dari  YAPKA, tidak bersinerginya hubungan antara    YAPKA dan  Dinkes Kota Banda &#13;
Aceh,  YAPKA  belum  maksimal melindungi masyarakat karena belum tersedia sarana dan &#13;
prasarana perlindungan konsumen  dan tidak  ada  anggaran yang  cukup bagi  YAPKA.  Upaya yang &#13;
di  lakukan  Pemerintah Kota Banda Aceh berupa  sosialisasi, pembinaan dan memberikan sanksi &#13;
administratif. &#13;
Diharapkan kepada pelaku usaha rumah makan dan restoran di Kota Banda Aceh untuk &#13;
mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku. Disarankan kepada pihak -pihak  yang &#13;
berkaitan  langsung dalam hal  hygiene  agar mempunyai hubungan kerjasama.  Diharapkan kepada &#13;
Dinkes Kota Banda Aceh dan KPPTSP Kota Banda Aceh dapat secara tegas menindak kepada &#13;
pelaku usaha rumah makan dan restoran yang melakukan pelanggaran dalam penerapan &#13;
persyaratan hygiene sanitasi.</note>
 <subject authority="">
  <topic>HYGIENE</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>SANITATION - HOME ECONOMICS</topic>
 </subject>
 <classification>648</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>27998</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2016-12-28 11:56:49</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-11-04 10:17:16</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>