Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PERENCANAAN PEMEKARAN DESA DITINJAU DARI OTONOMI DAERAH (SUATU PENELITIAN DI GAMPONG GUE GAJAH, KABUPATEN ACEH BESAR)
Pengarang
Miftah Ananta Yusren - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1203101010284
Fakultas & Prodi
Fakultas Hukum / Ilmu Hukum (S1) / PDDIKTI : 74201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2016
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
MIFTAH ANANTA YUSREN,
ABSTRAK
(Prof. Dr. Husni, S.H., M.Hum.)
Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 pada Pasal
18, 18A dan 18B memberikan kewenangan konstitusional kepada pemerintah
daerah untuk menjalankan pemerintahannya sendiri yang dikenal sebagai Otonomi
Daerah. Pemberian otonomi daerah kepada daerah provinsi tentunya ikut merubah
pola pemerintahan desa. Desa menurut Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014
tentang Desa menjelaskan secara umum adalah suatu kesatuan masyarakat yang
memiliki hak untuk menjalankan pemerintahannya sendiri. Undang-Undang
Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh memberikan hak otonomi
kepada desa untuk mengurus dan mengatur pemerintahannya sendiri. Secara
administrasi ketatanegaraan, desa dapat dimekarkan sesuai dengan kepentingan
masyarakat setempat. Masyarakat memegang peranan penting dalam pelaksanaan
pemekaran desa. Tanpa adanya partisipasi masyarakat maka upaya untuk
melaksanakan pemekaran desa akan sia-sia belaka.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat partisipasi masyarakat dalam
perencanaan pemekaran desa ini sudah berjalan sebagaimana mestinya atau belum
dan untuk menjelaskan hambatan-hambatan yang dialami masyarakat untuk
melaksanakan pemekaran desa ini.
Dalam penulisan skripsi ini menggunakan metode normatif-empiris.
Penelitian ini menggunakan data kepustakaan dan lapangan. Penelitian
kepustakaan menghasilkan data sekunder yaitu dengan membaca dan menelaah
buku-buku dan peraturan perundang-undangan sedangkan untuk data primer
dilakukan dengan wawancara terhadap responden.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat telah turut berpartisipasi
dalam perencanaan pemekaran desa ini walaupun ditemui hambatan-hambatan
seperti masalah pendanaan dan birokrasi namun tidak menyurutkan niat
masyarakat untuk mendapatkan pelayanan pemerintah yang lebih baik lagi.
Disarankan setelah terbentuk gampong yang baru partisipasi masyarakat
tetap harus dilibatkan dan kepada pemerintah daerah khususnya Kabupaten Aceh
Besar dan pemerintah gampong untuk lebih meningkatkan pelayanannya kepada
masyarakat dan mampu mengayomi masyarakat dengan baik sehingga tata kelola
pemerintahan yang baik dapat tercapai dengan maksimal.
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM
PERENCANAAN PEMEKARAN DESA
DITINJAU DARI OTONOMI DAERAH
(Suatu Penelitian di Gampong Gue Gajah,
Kabupaten Aceh Besar)
2016
Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala
(vii.75), pp, tabl, bibl, app
Tidak Tersedia Deskripsi
ANALISIS PARTISIPASI POLITIK MASYARAKAT DALAM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DI GAMPONG LAMPISANG KECAMATAN SUKAMAKMUR KABUPATEN ACEH BESAR (DIAN ASA, 2023)
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PROSES PERENCANAAN PEMBANGUNAN DESA DI GAMPONG BARABUNG KECAMATAN DARUSSALAM KABUPATEN ACEH BESAR (Marlita, 2018)
PEMEKARAN WILAYAH GAMPONG MATA IE , KECAMATAN BLANG PIDIE, KABUPATEN ACEH BARAT DAYA (STUDI FAKTOR-FAKTOR YANG MELATARBELAKANGI PEMEKARAN WILAYAH GAMPONG MATA LE, KECAMATAN BLANGPIDIE, KABUPATEN ACEH BARAT DAYA) (Muzakir, 2020)
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN DANA GAMPONG (STUDI DI GAMPONG PULO RAYA KECAMATAN TITEU KABUPATEN PIDIE) (AKMAL ARHASY, 2023)
DINAMIKA PEMEKARAN DAERAH DI ACEH TIMUR DITINJAU DARI UNDANG-UNDANG NOMOR 23 TAHUN 2014 TENTANG PEMERINTAHAN DAERAH (STUDI KASUS PEUREULAK) (BAIHAQI, 2025)