Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
PENGGUNAAN KETERAMPILAN REINFORCEMENT DALAM PELAKSANAAN KONSELING OLEH GURU BK (PENELITIAN DI MTSN MODEL BANDA ACEH)
Pengarang
Helga Safitriani - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1006104060039
Fakultas & Prodi
Fakultas / / PDDIKTI :
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2016
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Kata kunci : Penggunaan Keterampilan Reinforcement, Pelaksanaan Konseling
Guru BK Oleh Guru BK
Penelitian ini berjudul “Penggunaan Keterampilan Reinforcement dalam Pelaksanaan Konseling Oleh Guru BK” (Penelitian di MTsN Model Banda Aceh). Adapun pengertian reinforcement merupakan salah satu keterampilan konseling yang berupa teknik verbal maupun non verbal, yang digunakan guru BK untuk menguatkan atau menambah peluang munculnya tingkah laku yang diinginkan pada konseli. Tujuan dari pemberian reinforcement adalah agar konseli terdorong untuk merubah tingkah lakunya, mengurangi frekuensi berlangsungnya tingkah laku yang tidak diinginkan, dan memberikan penguatan terhadap suatu respon yang akan mengakibatkan terhambatnya kemunculan tingkah laku yang tidak diinginkan. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pemahaman guru BK MTsN Model Banda Aceh terhadap keterampilan reinforcement dan untuk mengetahui penggunaan keterampilan reinforcement dalam pelaksanaan konseling pada guru BK MTsN Model Banda Aceh. Adapun yang menjadi subjek penelitian dalam penelitian ini adalah guru BK MTsN Model Banda Aceh yang berjumlah 3 orang. Sedangkan yang menjadi objek penelitian ini adalah penggunaan keterampilan reinforcement dalam pelaksanaan konseling oleh guru BK. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif yang menggambarkan hasil penelitian berbentuk narasi. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui obsevasi dan wawancara. Hasil analisis data menunjukkan bahwa guru BK MTsN Model Banda Aceh memiliki pemahaman yang kurang tepat terhadap reinforcement. Hal itu dapat dilihat dari kurang tepatnya pemahaman guru BK MTsN Model Banda Aceh terhadap makna reinforcement, tujuan, maupun manfaatnya. Dalam implementasinya guru BK MTsN Model Banda Aceh memang menggunakan reinforcement dalam pelayanan konseling. Reinforcement yang dilaksanakan dalam pelayanan konseling tersebut berupa positive reinforcement yang diberikan segera setelah perilaku yang diinginkan muncul. Positive reinforcement juga diberikan melalui beberapa tahap pertemuan konseling yaitu 3 kali pertemuan konseling berupa senyuman, pujian, dan poin berupa bintang yang dapat ditukarkan dengan hadiah. Sedangkan negative reinforcement diberikan jika hanya keadaan sangat mendesak dan terpaksa. Namun, negative reinforcement tidak sepenuhnya diberikan oleh guru BK MTsN Model Banda Aceh dalam pelayanan konseling contohnya hukuman membersihkan toilet, pemanggilan orangtua, pemberian tugas, tidak diizinkan masuk jam pelajaran yang disenangi dan membuat perjanjian kontrak yang berupa sanksi-sanksi yang akan dijalani jika tidak mematuhi perjanjian tersebut.
Tidak Tersedia Deskripsi
IMPLEMENTASI KETERAMPILAN DASAR LAYANAN KONSELING OLEH GURU BIMBINGAN DAN KONSELING
(PENELITIAN DI SMAN DAN SMKN SE-KOTA BANDA ACEH) (HUSNUL MAWADDAH, 2014)
MANAJEMEN GURU BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING PADA MTSN RUKOH BANDA ACEH (Sri Mutia, 2014)
PERSEPSI GURU PAMONG TERHADAP KETERAMPILAN MENGAJAR DAN KETERAMPILAN KONSELING MAHASISWA BK DALAM MELAKSANAKAN PPL DI SEKOLAH ( SUATU PENELITIAN PADA GURU PAMONG DI SEKOLAH LATIHAN DALAM KOTA BANDA ACEH) (Khairul Misbah, 2016)
UPAYA GURU BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILANKOMUNIKASI SISWA PADA SMPN KOTA BANDA ACEH (Riski Febriadi, 2018)
PELAKSANAAN LAYANAN PEMINATAN OLEH GURU BIMBINGAN KONSELING DI SMA DALAM KURIKULUM 2013 (Muarrief Rahmat, 2015)