POLA PEMBINAAN GELANDANGAN DAN PENGEMIS (GEPENG) OLEH DINAS SOSIAL KOTA BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

POLA PEMBINAAN GELANDANGAN DAN PENGEMIS (GEPENG) OLEH DINAS SOSIAL KOTA BANDA ACEH


Pengarang

Fahdy Murtadha - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1006101070016

Fakultas & Prodi

Fakultas / / PDDIKTI :

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2016

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK


Kata Kunci : Pola Pembinaan, Gelandangan dan Pengemis, Dinas Sosial.

Penelitian ini membahas tentang: Pola Pembinaan Gelandangan dan Pengemis (Gepeng) oleh Dinas Sosial Kota Banda Aceh. Masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana pola pembinaan gelandangan dan pengemis (gepeng) oleh Dinas Sosial Banda Aceh, (2) Apa saja kendala yang dihadapi oleh Dinas Sosial saat melakukan pembinaan terhadap gelandangan dan pengemis (gepeng). Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui pola pembinaan gelandangan dan pengemis (gepeng) oleh Dinas Sosial Kota Banda Aceh, (2) Untuk mengetahui kendala yang dihadapi oleh Dinas Sosial saat melakukan pembinaan terhadap gelandangan dan pengemis (gepeng). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Dalam pengumpulan data menggunakan teknik wawancara dan subjek dalam penelitian ini adalah 5 orang dari Dinas Sosial Kota Banda Aceh. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Pola pembinaan gelandangan dan pengemis (gepeng) oleh Dinas Sosial Kota Banda Aceh pada dasarnya telah dilakukan sesuai ketentuan dan aturan yang ditetapkan oleh pemerintah. Namun hasil pembinaan tersebut belum efektif atau sesuai dengan tujuan yang diharapkan antara lain karena faktor gelandangan dan pengemis yang tidak mau dibina, ada pihak tertentu yang mengkoordinir aktivitas mereka untuk mengemis serta belum ada Qanun atau aturan hukum sebagai payung hukum untuk menindak tegas kegiatan mereka mengemis agar ada efek jera. Pola pembinaan terhadap para gelandangan dan pengemis dilakukan dengan beberapa langkah yaitu identifikasi dan penyerahan, pembinaan dan bimbingan yang antara lain terdiri dari pembinaan agama, mental, sosial, keterampilan kerja, usaha produktif dan kemandirian, pengembangan usaha serta pembinaan keluarga. Kemudian tahap ketentuan berkaitan dengan gelandangan dan pengemis serta keluarganya. Kemudian tahap pengendalian yang meliputi supervisi, pemantauan dan pelaporan. (2) Kendala-kendala yang dihadapi oleh Dinas Sosial saat melakukan pembinaan terhadap gelandangan dan pengemis (gepeng) yaitu mereka tidak mau mengikuti pembinaan dan ditempatkan di rumah singgah. Kendala lainnya yaitu masyarakat masih suka memberikan sumbangan padahal himbauan tentang larangan memberikan sumbangan sudah diberikan oleh Pemkot, sehingga para gelandangan dan pengemis menjadi terbiasa melakukan aksinya meminta-minta. Disarankan kepada Dinas Sosial agar pembinaan lebih efektif dan efisien, maka pola pembinaan hendaknya diubah serta disesuaikan, seperti menambah waktu pembinaan lebih lama dan menindak tegas para gepeng supaya jumlah mereka dapat berkurang.


Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK