Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
BENTUK PENYAJIAN TARI ZAPIN PEKAJANG DI SANGGAR BUANA KOTA BANDA ACEH
Pengarang
Dara Ananda Surayya Tiba - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1206102030055
Fakultas & Prodi
Fakultas KIP / Pendidikan Seni Drama, Tari dan Musik (S1) / PDDIKTI : 88209
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2016
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
ABSTRAK
Kata Kunci : Bentuk penyajian, tari zapin pekajang
Penelitian ini berjudul “Bentuk penyajian tari zapin pekajang Di Sanggar Buana Kota Banda Aceh”. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana bentuk penyajian tari zapin pekajang di sanggar buana kota Banda Aceh. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk penyajian tari zapin pekajang di sanggar buana kota Banda Aceh. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah penari dan pelatih sanggar buana. Objek dalam penelitian ini adalah tari zapin pekajang. Data pada penelitian ini dikumpulkan dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis dengan cara reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa tari zapin pekajang termasuk ke dalam tari tradisional dari Johor, Malaysia. Penggunaan unsur gerak pada tarian ini tidak terlalu banyak, tarian ini cenderung menggunakan pola lantai yang beragam. Tari zapin pekajang ini berasal dari salah satu kampung yang berada di Johor. Tarian ini menceritakan bagaimana perjalanan pemuda-pemudi yang ingin mendapatkan pasangan hidup mereka. Tari ini memiliki 3 ragam gerak, yaitu ragam gerak Dua, Tiga dan lima. Di dalam ragam gerak terdapat pembatas antara ragam gerak satu dengan ragam gerak lainnya yang disebut dengan kopak. Tari ini memiliki 20 pola lantai dan 8 orang penari diantaranya 4 penari pria dan 4 penari wanita. Tata rias yang digunakan pada tari zapin pekajang adalah tata rias cantik. Tata busana yang digunakan pada tari zapin pekajang adalah busana adat Melayu seperti celana hitam, baju Melayu lengan panjang dan songket. Bentuk sanggul yang digunakan sama seperti sanggul Aceh pada umumnya dengan perlengkapan hiasan kepala berupa mahkota dan bunga. Properti yang digunakan adalah bunga telur. Tarian ini tidak menggunakan musik langsung, melainkan audio. Alat musik yang digunakan untuk mengiringi tarian zapin ini adalah gambus, rebana, gendang dan marwas.
Tidak Tersedia Deskripsi
ENKULTURASI TARI MELAYU DI SANGGAR BUDAYA ACEH NUSANTARA (BUANA) KOTA BANDA ACEH (AYU RAHMINA, 2021)
BENTUK PENYAJIAN TARI KREASI RATOEH JAROE DI SANGGAR BUDAYA ACEH NUSANTARA (BUANA) BANDA ACEH (Riska Gebrina, 2015)
PENDOKUMENTASIAN TARI ZAPIN TAMIANG DI SANGGAR TEPAK TAMIANG KECAMATAN KEJURUAN MUDA KABUPATEN ACEH TAMIANG DENGAN NOTASI LABAN (Fidea Aulia, 2025)
ANALISIS STRUKTUR TARI ZAPIN TAMIANG DI SANGGAR LENGGANG MUDE COMMUNITY KECAMATAN KARANG BARU KABUPATEN ACEH TAMIANG (Rosy Dea Fatanah, 2019)
PENOTASIAN TARI GEUDUMBAK DI SANGGAR BUANA KOTA BANDA ACEH (Shalsa Ayudhila, 2024)