<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="27361">
 <titleInfo>
  <title>DETEKSI CEMARAN BORAKS, FORMALIN, ANALISIS PROKSIMAT SERTA PERSEPSI PEMBELI DAN PEDAGANG BAKSO YANG BERADA DI KOTA LHOKSEUMAWE</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Juni Mirzal</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2016</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>RINGKASAN&#13;
&#13;
JUNI MIRZAL. Deteksi Cemaran Boraks, Formalin, Analisis Proksimat  serta Persepsi Pembeli dan Pedagang Bakso yang Berada di Kota Lhokseumawe. RINIDAR dan RAZALI&#13;
&#13;
	Selama ini penerimaan konsumen terhadap bakso dinilai dari karakteristik yang sesuai dengan selera konsumen. Selera ini tentu saja tidak selalu memperhatikan standar gizi dan keamanan makanan. Kepuasan yang dicapai konsumen didasarkan pada karakteristik fisik seperti rasa, aroma, tekstur dan warna. Hal ini akan mendorong produsen berusaha untuk memenuhi tingkat kepuasan konsumen dengan berbagai cara tanpa mempedulikan dari aspek kesehatan. Pengetahuan yang terbatas dari pedagang menyebabkan adanya pemakaian bahan pengawet yang tidak diperbolehkan seperti boraks dan formalin. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi adanya cemaran  dari boraks dan formalin serta menganalisis kadar proksimat pada bakso yang beredar di Kota Lhokseumawe dan mengetahui tingkat pengetahuan konsumen bakso terhadap formalin dan boraks sebagai bahan pengawet berbahaya. Sebanyak 8 warung bakso kuah dan 8 penjual bakso tusuk menjadi sampel untuk diuji cemaran boraks dan formalin serta kadar proksimat untuk mengetahui nilai gizi yang terkandung. Pemeriksaan boraks pada bakso kuah warung dan tusuk dengan menggunakan test kit boraks dengan merek EASY TES sedangkan uji formalin pada bakso kuah dan tusuk menggunakan test kit formalin dengan merek EASY TES. Hasil pemeriksaan bakso kuah ditemukan 1 sampel positif mengandung boraks, sedangkan sampel bakso tusuk yang dijual di sekolah tidak ditemukan cemaran boraks. Hasil pemeriksaan formalin tidak ditemukan adanya cemaran pada bakso kuah dan tusuk. Hasil uji kadar proksimat bakso kuah diperoleh nilai  rata-rata dan standar deviasi di mana kadar protein sebesar 9,43 ± 1,00, kadar lemak 10,53 ± 4,08, kadar air 65,88 ± 3,51, kadar abu 2,76 ± 0,65 dan kadar karbohidrat sebesar 11,40 ± 3,33. Nilai tersebut memenuhi dengan kadar proksimat yang dikeluarkan oleh SNI dan berdasarkan data dari kuesioner dapat diketahui bahwa ada hubungan antara pendidikan dan pengetahuan konsumen bakso terhadap bahaya boraks dan formalin bila digunakan dalam produk makanan (P</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>27361</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2016-11-07 10:04:04</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2016-11-07 10:23:06</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>