IDENTIFIKASI MISKONSEPSI SISWA PADA MATERI GETARAN DAN GELOMBANG KELAS VIII DI MTSN RUKOH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

IDENTIFIKASI MISKONSEPSI SISWA PADA MATERI GETARAN DAN GELOMBANG KELAS VIII DI MTSN RUKOH


Pengarang

Moni Mutia Liza - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1206103030008

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Pendidikan Fisika (S1) / PDDIKTI : 84203

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2016

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Kata Kunci : Konsep, Miskonsepsi, Tes diagnostik
Penelitian yang berjudul “Identifikasi Miskonsepsi Siswa pada Materi Getaran dan Gelombang Kelas VIII di MTsN Rukoh” ini mengangkat masalah bagaimanakah miskonsepsi yang dialami siswa di MTsN Rukoh Banda Aceh pada konsep getaran dan gelombang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi miskonsepsi pada siswa di MTSN Rukoh kelas VIII pada konsep getaran dan gelombang. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VIII MTsN Rukoh Banda Aceh tahun pelajaran 2016/2017 yang berjumlah 120 siswa dan ditetapkan sample 28 orang yaitu kelas VIIIA. Penentuan sample dilakukan secara purposive sampling. Metode yang digunakan adalah metode diskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik tes diagnostik yang dilengkapi dengan CRI (Certainly of Response Index) dan wawancara. Pengolahan data menggunakan statistik sederhana dalam bentuk perhitungan persentase. Hasil analisis data menunjukkan bahwa rata-rata tingkat Lucky Guess (LG) sebanyak 11.24 %, Tahu Konsep (TK) sebanyak 26.75%, Tidak Tahu Konsep (TTK) sebanyak 25.17% dan Miskonsepsi (M) sebanyak 32.67%. Berdasarkan hasil identifikasi miskonsepsi tertinggi yang dialami siswa terletak pada soal mengenai materi amplitudo. Siswa beranggapan bahwa amplitudo adalah simpangan suatu benda dari titik kesetimbangannya. Namun pada hakikatnya amplitudo terjadi ketika sebuah benda (bandul ) diberikan gaya kepadanya sehingga berbentuk simpangan terjauh yang dilewati benda dari titik kesetimbangannya. Tingginya persentase siswa yang mengalami miskonsepsi dan siswa yang kurang pengetahuan ini menunjukkan tingkat pemahaman konsep siswa pada materi getaran dan gelombang di MTsN Rukoh Banda Aceh masih rendah. Diharapkan kepada guru agar dapat melakukan analisis konsepsi awal siswa agar miskonsepsi dapat diatasi.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK