KETERLIBATAN MASYARAKAT TERHADAP PELESTARIAN SABUK HIJAU (GREEN BELT)DI WILAYAH PESISIR KOTA BANDA ACEH (STUDI KASUS DI KECAMATAN MEURAXA DAN KUTA RAJA) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

KETERLIBATAN MASYARAKAT TERHADAP PELESTARIAN SABUK HIJAU (GREEN BELT)DI WILAYAH PESISIR KOTA BANDA ACEH (STUDI KASUS DI KECAMATAN MEURAXA DAN KUTA RAJA)


Pengarang

Firdaus - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1109200140046

Fakultas & Prodi

Fakultas Pasca Sarjana / Ilmu Kebencanaan (S2) / PDDIKTI : 61104

Penerbit

Banda Aceh : Program Studi Magister Ilmu Kebencanaan., 2016

Bahasa

Indonesia

No Classification

302.14

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Tesis ini membahas tentang keterlibatan masyarakat terhadap pelestarian sabuk hijau (green belt) di wilayah pesisir Kota Banda Aceh (studi kasus di Kecamatan Meuraxa dan Kuta Raja). Penelitian ini mengkaji tentang jenis tanaman mangrove dan tanaman lainnya yang masuk sebagai kawasan penyangga atau green belt,luas green belt, persentase green belt dan tingkat keterlibatan masyarakat serta hubungannya dengan aktifitas ekonomi masyarakat di Kecamatan Meuraxa dan Kuta Raja, Kota Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan metode survey dengan analisis deskriptif. Data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi data primer yang diperoleh melalui wawancara dengan menggunakan kuisioner, sedangkan data sekunder diperoleh dari instansi-instansi terkait dan studi kepustakaan. Hasil analisis data menunjukkan. Jenis tanaman yang ditanam di Kecamatan Meuraxa dan Kuta Raja Kota Banda Aceh sebagai sabuk hijau terdiri dari: Cemara (Casuarina, spp), bakau (Rhizophora, spp), Bruguiera spp, Ceriops spp,Avicennia spp (api-api), dan Nypa fructicans. Dengan total luas sabuk hijau 59,81 ha. Tingkat pengetahuan dan partisipasi masyarakat terhadap pelestarian sabuk hijau di Kecamatan Meuraxa dan Kuta Raja Kota Banda Aceh baik. Jadi dapat disimpulkan bahwa keterlibatan masyarakat dalam pelestarian sabuk hijau (green belt) baik, disamping sebagai buffer zone atau kawasan penyangga juga sebagai penyumbang nilai estetika dan ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Kata kunci : Sabuk hijau (green belt), Pengetahuan, Persepsi, Partisipasi,Pelestarian.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK