PENGARUH VARIASI WAKTU TAHAN SINTERING TERHADAP KARAKTERISTIK HIDROKSIAPATIT DARI CANGKANG TELUR AYAM RAS SEBAGAI KANDIDAT BONE GRAFT | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

PENGARUH VARIASI WAKTU TAHAN SINTERING TERHADAP KARAKTERISTIK HIDROKSIAPATIT DARI CANGKANG TELUR AYAM RAS SEBAGAI KANDIDAT BONE GRAFT


Pengarang

APRILIYANI ARISKA PUTRI - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1108102010002

Fakultas & Prodi

Fakultas MIPA / Fisika (S1) / PDDIKTI : 45201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2016

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Telah dilakukan penelitian mengenai pengaruh variasi waktu tahan sintering
terhadap karakteristik hidroksiapatit dari cangkang telur ayam ras sebagai material
kandidat bone graft. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk mengetahui sifat
fisis dan sifat mekanik kandidat bone graft agar memenuhi karakteristik dari
tulang alami. Pada penelitian ini dilakukan sintesis hidroksiapatit menggunakan
sumber kalsium oksida CaO alami dari cangkang telur ayam ras setelah
dikalsinasi pada temperatur 900?C selama 3 jam. Proses sintesis hidroksiapatit
dilakukan menggunakan metode solid state reaction pada temperatur sintering
900?C selama 2 jam untuk mengetahui pembentukan senyawa hidroksiapatit.
Pembentukan senyawa hidroksiapatit (Ca
iii

10
(PO
4
)
6
(OH)
2
) dapat diketahui melalui
pengujian XRD (X-Ray Difractometer). Hidroksiapatit hasil sintesis dibuat
menjadi sampel bone graft menggunakan metode powder foaming pada
temperature sintering 900?C dengan variasi waktu tahan sintering 30 menit, 90
menit dan 150 menit. Kemudian dilakukan karakterisasi sifat fisis (porositas) dan
sifat mekanik (kuat tekan) pada masing-masing bone graft untuk mengetahui
kesesuaian pada karakteristik tulang alami. Berdasarkan hasil pengujian XRD
diketahui bahwa hidroksiapatit telah berhasil disintesis dari serbuk cangkang telur
ayam ras. Berdasarkan hasil karakterisasi material bone graft menunjukkan bahwa
proses sintering dan variasi waktu tahan sintering mempengaruhi sifat fisis
(porositas) dan sifat mekanik (kuat tekan). Semakin tinggi variasi waktu tahan
sintering, persentase porositas dan kuat tekan terus menurun. Berdasarkan hasil
persentase porositas sampel bone graft sesuai dengan karakteristik tulang alami,
dimana persentase porositas 3-4 % dapat diaplikasikan pada tulang cortical bagian
ilium spacer dan berdasarkan nilai kuat tekan sebesar 18,8-22,1 MPa belum
memenuhi untuk tulang cancellous (spongy).
Kata Kunci : Cangkang telur ayam ras, hidroksiapatit, bone graft, metode solid
state reaction, powder foaming, porositas, dan kuat tekan.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK