KAREKTERISASI MINYAK BIJI KARET TERHIDRASI | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

KAREKTERISASI MINYAK BIJI KARET TERHIDRASI


Pengarang

Nurianna Ainun - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1108103010018

Fakultas & Prodi

Fakultas MIPA / Kimia (S1) / PDDIKTI : 47201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2016

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK



Minyak biji karet memiliki kandungan asam lemak yang cukup tinggi dan berpotensi untuk dimanfaatkan dalam pembuatan membran poliuretan. Membran poliuretan dapat diperoleh dari reaksi gugus -OH pada asam lemak dengan gugus isosianat. Salah satu cara untuk menambah jumlah gugus -OH pada asam lemak adalah proses hidroksilasi dengan cara hidrasi. Hidrasi dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan H2SO4 dengan variasi konsentrasi 5, 10, 15, 20, 25, 30 dan 35 %. Penurunan bilangan iod dan peningkatan bilangan hidroksi tertinggi diperoleh pada konsentrasi H2SO4 sebesar 35 %. Spektrum FTIR menunjukkan luas serapan C=C (1640-1680 cm-1) pada minyak biji karet terhidrasi lebih luas dibandingkan dengan minyak biji karet alami. Minyak biji karet terhidrasi dengan konsentrasi asam sulfat 35 % menghasilkan bilangan penyabunan dengan nilai terendah yaitu 7,96 mg/g dan bilangan asam dengan nilai tertinggi yaitu sebesar 163,06 mg/g. Analisis GC-MS menunjukkan bahwa minyak biji karet alami dan minyak biji karet terhidrasi memiliki senyawa yang hampir sama, dengan konsentrasi yang berbeda-beda.
Kata kunci : minyak biji karet, hidrasi, FTIR dan GC-MS


























ABSTRACT



The rubber seed oil contains fatty acids that is high and can be potential to be used in the manufacture of polyurethane membrane. Polyurethane membrane can be obtained from the reaction of -OH group in the fatty acid with isocyanate groups. One way to add the -OH group on the fatty acid is a hydroxylation process by means of hydration. This research using H2SO4 for hydration with the variation concentration of 5, 10, 15, 20, 25, 30 dan 35 %. The decrease of iodine number and the highest increase in hydroxyl number is obtained at a concentration of 35 % H2SO4. FTIR spectra showed broad absorption C = C (1640-1680 cm-1) on the rubber seed oil hydrated larger than that of natural rubber seed oil. Rubber seed oil hydrated sulfuric acid concentration of 35 % produces saponification with its low point of 7,96 mg/g and the acid number with the highest value of 163,06 mg/g. GC-MS analysis showed that the seed oil, natural rubber and rubber seed oil has a compound hydrated almost the same, with different concentrations.
Keywords: rubber seed oil, hydration, FTIR, GC-MS

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK