EVALUASI POTENTIALLY INAPPROPRIATE MEDICATIONS (PIMS) BERDASARKAN KRITERIA BEERS DAN STOPP PADA PASIEN GERIATRI DI RSUD DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

EVALUASI POTENTIALLY INAPPROPRIATE MEDICATIONS (PIMS) BERDASARKAN KRITERIA BEERS DAN STOPP PADA PASIEN GERIATRI DI RSUD DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH


Pengarang

Yulia Rahmah. S - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1208109010021

Fakultas & Prodi

Fakultas MIPA / Farmasi (S1) / PDDIKTI : 48201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2016

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Evaluasi penggunaan obat merupakan salah satu pelayanan farmasi untuk mengoptimalisasikan pengobatan pasien, khususnya pada pasien geriatri. Kriteria Beers dan STOPP merupakan dua kriteria yang paling sering digunakan untuk mengevaluasi penggunaan Potentially Inappropriate Medications (PIMs) pada pasien geriatri. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat penggunaan PIMs berdasarkan kriteria Beers 2015 dan kriteria STOPP 2014 pada pasien geriatri di Rumah Sakit Umum dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, dimana data diambil dari rekam medik pasien secara retrospektif dengan teknik purposive sampling. Data pasien yang diambil adalah data pasien geriatri yang dirawat inap selama periode Juli-September 2015 dan memenuhi kriteria inklusi. Hasil analisis terhadap 156 sampel data pasien, dapat disimpulkan bahwa jumlah penggunaan PIMs berdasarkan kriteria Beers 2015 sebanyak 44,87% (70 pasien) dengan persentase penggunaan PIMs pada saat pasien masuk rumah sakit sebesar 9,62%, selama rawatan sebesar 41,67%, dan pada saat pasien pulang sebesar 3,28%. Jenis PIMs yang paling sering diresepkan berdasarkan kriteria Beers 2015 adalah ketorolak (52,58%), parafin cair (15,46%), dan alprazolam (13,40%). Berdasarkan kriteria STOPP 2014, jumlah penggunaan PIMs sebanyak 44,23% (69 pasien) dengan persentase PIMs pada saat pasien masuk rumah sakit sebesar 3,85%, selama rawatan sebesar 42,31%, dan pada saat pasien pulang sebesar 11,48%. Jenis PIMs yang paling sering diresepkan berdasarkan kriteria STOPP 2014 adalah aspirin (18,94%), tramadol (13,64%), dan klopidogrel (12,12%).
Kata kunci: pasien geriatri, Potentially Inappropriate Medicatons (PIMs), kriteria Beers 2015, kriteria STOPP 2014

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK