<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="27103">
 <titleInfo>
  <title>UJI AKTIVITAS EKSTRAK ETANOL DAUN KERSEN (MUNTINGIA CALABURA L.) TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA EKSISI MENCIT HIPERGLIKEMIA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Sindi Hayatun</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2016</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Uji aktivitas ekstrak etanol daun kersen (Muntingia calabura L.) terhadap&#13;
penyembuhan luka eksisi mencit hiperglikemia telah dilakukan. Tujuan dari&#13;
penelitian ini untuk mengetahui pengaruh ekstrak etanol daun kersen terhadap&#13;
proses penyembuhan luka pada mencit hiperglikemia. Penelitian ini merupakan&#13;
penelitian eksperimental dengan rancangan studi berupa Posttest-Only Control&#13;
Design. Penelitian ini menggunakan mencit (Mus musculus) jantan galur Balb/c&#13;
sebagai hewan coba sebanyak 15 ekor dengan 3 kelompok perlakuan yaitu&#13;
kelompok 1 (kontrol), kelompok 2 (hiperglikemia tanpa ekstrak), dan kelompok 3&#13;
(hiperglikemia dengan ekstrak). Ekstrak etanol daun kersen diujikan pada luka&#13;
eksisi diameter 8 mm pada bagian punggung mencit dengan kedalaman&#13;
subfascia. Pemberian ekstrak dilakukan dengan pengolesan tipis pada luka setiap&#13;
2 kali sehari selama 15 hari dan diamati setiap harinya selama masa pengamatan.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata waktu pembentukan keropeng dan&#13;
pengelupasan keropeng secara berurutan pada masing-masing kelompok yaitu hari&#13;
2,8±1,1 dan 10±1,1 pada kelompok kontrol, hari 3,2±1,1 dan 11±2,4 pada&#13;
kelompok hiperglikemia tanpa ekstrak dan hari 2±1,2 dan 12,6±2,5 pada&#13;
kelompok hiperglikemia dengan ekstrak. Rata-rata persentase diameter luka pada&#13;
hari kelima belas yang terjadi pada masing-masing kelompok secara berurutan&#13;
yaitu 0%; 15,14% dan 7,95%. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa kelompok 2&#13;
memiliki warna luka dan pembengkakan yang lebih buruk dari kelompok 1 dan 3.&#13;
Hasil statistik menunjukkan bahwa pemberian ekstrak etanol daun kersen tidak&#13;
menunjukkan efek yang signifikan terhadap penyembuhan luka. Akan tetapi&#13;
secara umum pemberian ekstrak etanol daun kersen terhadap mencit&#13;
hiperglikemia dapat mempercepat penyembuhan luka dibandingkan dengan&#13;
mencit hiperglikemia tanpa ektsrak.&#13;
Kata kunci: Daun kersen, mencit, luka eksisi, penyembuhan luka, ekstrak etanol&#13;
daun kersen</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>27103</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2016-10-20 15:40:01</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2016-10-21 10:22:27</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>