Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
THESES
KAJIAN SEBARAN ARAH DAN KECEPATAN ANGIN PADA HUTAN PANTAI DALAM UPAYA MITIGASI BENCANA ANGIN KENCANG DI KECAMATAN BAITUSSALAM ACEH BESAR
Pengarang
Bambang Arianto - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1109200140006
Fakultas & Prodi
Fakultas Pasca Sarjana / Ilmu Kebencanaan (S2) / PDDIKTI : 61104
Penerbit
Banda Aceh : Program Studi Magister Ilmu Kebencanaan., 2016
Bahasa
Indonesia
No Classification
363.34
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Tingginya tingkat kejadian bencana angin kencang khususnya di wilayah pesisir yang akhir-akhir ini sangat merugikan dan mendatangkan penderitaan bagi masyarakat terutama di pemukiman padat penduduk. Penelitian ini bertujuan untuk melihat sebaran arah dan kecepatan angin di pinggir pantai, di daerah vegetasi dan di daerah pemukiman di Kecamatan Baitussalam Aceh Besar, dan untuk mengetahui berapa besar kemampuan mengurangi kecepatan angin yang ditahan oleh vegetasi hutan pantai sampai menuju ke pemukiman masyarakat. Penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif menggunakan data primer meliputi data arah dan kecepatan angin, kerapatan jenis vegetasi cemara dan mangrove, data sekunder meliputi data batas administrasi, luas wilayah hutan pantai dan tutupan lahan. Untuk mengetahui dan mengukur kecepatan angin dilapangan di tentukan variabel: Kecepatan angin dalam slaka knot. Untuk mengukur reduksi kecepatan angin oleh vegetasi pantai di gunakan variable (1) Kecepatan Angin (2) Jenis tutupan vegetasi, (3) Luas sebaran vegetasi, (4) Kerapatan vegetasi pantai, (5) Dominansi jenis vegetasi.
Hasil dalam penelitian ini adalah kecepatan angin di tepi pantai yang tertinggi waktu siang hari sebesar 11,3 knot, kecepatan angin di daerah vegetasi cemara yang tertinggi waktu siang hari sebesar 8,4 knot, kecepatan angin di daerah vegetasi mangrove yang tertinggi waktu siang hari sebesar 5,3 knot, kecepatan angin di daerah pemukiman yang tertinggi waktu siang hari sebesar 4,1 knot. Kecepatan angin yang tercatat dikategorikan dalam skala Beufort dengan nilai 0 – 4 tergolong angin tenang hingga angin sedang. Di sepanjang pesisir Kecamatan Baitussalam Aceh Besar, sebaran dominansi penutupan vegetasi cemara lebih besar dibandingkan vegetasi mangrove, tetapi kerapatan vegetasi lebih besar mangrove dibandingkan cemara. Nilai dominansi relatif vegetasi cemara sebesar 53,5 % dengan kerapatan relatif 26,63%. Dominansi relatif untuk vegetasi mangrove sebesar 46,5 % dengan kerapatan relatif 73,37%. Kemampuan reduksi vegetasi cemara dengan jumlah 160 batang tinggi rata-rata 25,3 m dan diameter rata-rata 20,6 cm, mampu mereduksi kecepatan angin 18,80% (0,82 knot) dari kecepatan awal 4,33 knot menjadi 3,52 knot. Kemampuan reduksi vegetasi mangrove dengan jumlah 442 batang tinggi rata-rata 4 m dan diameter rata-rata 4,5 cm, mampu mereduksi kecepatan angin sebesar 32,67% (1,42 knot) dari kecepatan awal 4,33 knot menjadi 2,92 knot. Reduksi kecepatan angin rata-rata dari pinggir pantai ke daerah pemukiman akibat pengaruh vegetasi hutan pantai dan jarak tempuh rata-rata 807 m terjadi sebesar 49,11% (2,13 knot) dari kecepatan awal 4,33 knot menjadi 2,21 knot.
Tidak Tersedia Deskripsi
RANCANG BANGUN SISTEM PEMANTAUAN KECEPATAN DAN ARAH ANGIN BERBASIS IOT MENGGUNAKAN MODUL NRF24L01 (Maidatul Dwiardilla, 2026)
KAJI EKSPERIMENTAL PENAMBAHAN WIND CUP PADA TURBIN VENTILATOR UNTUK KENYAMANAN RUANGAN (Sayed Rizky Al-idrus, 2017)
ANALISIS ANGIN MENYILANG (CROSS WIND) DI LANDASAN PACU BANDARA CUT NYAK DHIEN NAGAN RAYA ACEH (STUDI KASUS 2010-2012) (, 2013)
ANALISIS PENGARUH ARAH DAN KECEPATAN ANGINRNTERHADAP PENERBANGAN DI BANDARA SULTANRNISKANDAR MUDA MENGGUNAKAN METODE WIND ROSE (Nisa Wahyuni, 2024)
PEMBUATAN DAN PERANCANGAN PRODUKSI TURBIN ANGIN JENIS SUMBU VERTIKAL (Chalid Muchrozi, 2014)