PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK DAUN PEGAGAN (CENTELLA ASIATICA (L.) URBAN) TERHADAP PENURUNAN EKSPRESI CAMP RESPONSIVE ELEMENT MODULATOR (CREM) DI DALAM TUBULUS SEMINIFERUS TESTIS TIKUS PUTIH JANTAN (RATTUS NORVEGICUS) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK DAUN PEGAGAN (CENTELLA ASIATICA (L.) URBAN) TERHADAP PENURUNAN EKSPRESI CAMP RESPONSIVE ELEMENT MODULATOR (CREM) DI DALAM TUBULUS SEMINIFERUS TESTIS TIKUS PUTIH JANTAN (RATTUS NORVEGICUS)


Pengarang

SUSI DARMAYANTI - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1209200120027

Fakultas & Prodi

Fakultas / / PDDIKTI :

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2016

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

RINGKASAN
SUSI DARMAYANTI. Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Pegagan
(Centella asiatica (L.) Urban) terhadap Penurunan Ekspresi cAMP
Responsive Element Modulator (CREM) di dalam Tubulus Seminiferus Testis
Tikus Putih Jantan (Rattus norvegicus). SRI WAHYUNI dan MUSLIM
AKMAL.
Tumbuhan pegagan (Centella asiatica (L.) Urban) memiliki berbagai
macam senyawa aktif sebagai bahan antifertilitas yang dapat menggangu proses
spermatogenesis. Proses spermatogenesis erat hubungannya dengan ekspresi
cAMP responsive element modulator (CREM) karena merupakan kunci regulator
molekular terhadap proses spermatogenesis. Penelitian ini bertujuan mengetahui
pengaruh pemberian ekstrak daun pegagan terhadap ekspresi CREM di dalam
tubulus seminiferus testis tikus putih jantan ( Rattus norvegicus). Penelitian ini
menggunakan delapan ekor tikus, berumur 3,5 bulan dengan bobot badan (BB)
150-250 g yang dibagi secara acak ke dalam empat perlakuan yaitu kontrol (K0),
dan perlakuan (K1, K2, dan K3) masing-masing diberikan ekstrak daun pegagan
dengan dosis 125, 250, dan 500 mg/kg sebanyak satu kali pada pagi hari selama
30 hari. Pada akhir perlakuan, tikus dikorbankan dan diambil testisnya, kemudian
testis difiksasi dengan larutan buffered neutral formalin (BNF) 10% untuk
pembuatan preparat histologi. Pemeriksaan ekspresi CREM menggunakan metode
imunohistokimia. Hasil uji statistik dengan analysis of variance (ANOVA)
membuktikan bahwa jumlah ekspresi CREM di dalam tubulus seminiferus
berbeda nyata (P

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK