RASA BERSALAH PADA REMAJA YANG MELAKUKAN PERILAKU SEKSUAL PRANIKAH DI BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

RASA BERSALAH PADA REMAJA YANG MELAKUKAN PERILAKU SEKSUAL PRANIKAH DI BANDA ACEH


Pengarang

Arifati Ilma Lubis - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1207101130068

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran / Psikologi (S1) / PDDIKTI : 73201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2016

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Perilaku seksual pranikah di kalangan remaja semakin marak terjadi dan memiliki dampak secara psikologis bagi diri remaja, yaitu munculnya perasaan negatif seperti rasa bersalah. Rasa bersalah merupakan emosi negatif yang sekaligus memiliki dimensi positif dalam mengarahkan individu yang telah melakukan kesalahan untuk tidak mengulangi kesalahannya kembali. Tujuan penelitian ini adalah, untuk mengetahui bagaimana rasa bersalah pada remaja yang melakukan perilaku seksual pranikah di Banda Aceh. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan desain studi kasus. Prosedur pengambilan sampel menggunakan teknik purposeful sampling berdasarkan ciri-ciri yang dimiliki oleh responden sesuai dengan tujuan penelitian dengan jumlah 4 orang remaja yang telah melakukan perilaku seksual pranikah. Data penelitian dikumpulkan melalui wawancara dan observasi. Analisis data menggunakan analisis tema berdasarkan aspek-aspek dari rasa bersalah. Hasil penelitian menunjukkan adanya rasa bersalah hanya pada responden Z dan F. Responden Z dan F menunjukkan rasa bersalah karena munculnya perasaan yang tidak menyenangkan berupa perasaan takut, menyesal, dan merasa bersalah (feeling), mengingat kesalahan yang telah dilakukan dan memikirkan cara untuk memperbaiki kesalahan (thinking), kemudian tindakan yang dilakukan responden Z dan F untuk memperbaiki kesalahan dengan jujur dan meminta maaf kepada orangtua serta tidak mengulangi lagi perilaku tersebut (behavior). Pada responden F, adanya keinginan untuk bertanggung jawab atas perilaku seksual pranikah yang telah dilakukannya juga merupakan salah satu bentuk dari rasa bersalah. Sedangkan pada responden P dan N tidak menunjukkan rasa bersalah karena tidak adanya tindakan untuk memperbaiki kesalahan dan cenderung memiliki keinginan untuk mengulangi lagi perilaku seksual pranikah.
Kata kunci : Perilaku seksual pranikah, Rasa bersalah, Remaja

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK