Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
KAJIAN FAKTOR RESIKO REPEAT BREEDING SEBAGAI UPAYA PERBAIKAN POTENSI REPRODUKSI SAPI ACEH BETINA (STUDI KASUS DI KABUPATEN PIDIE)
Pengarang
DJOKO SUBAGYO - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1409200120010
Fakultas & Prodi
Fakultas / / PDDIKTI :
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2016
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
RINGKASAN
DJOKO SUBAGYO.Kajian faktor resiko repeat breeding sebagai upaya
perbaikan potensi reproduksi sapi aceh betina (studi kasus di Kabupaten
Pidie). TONGKU NIZWAN SIREGAR. TEUKU REZA FERASYI
Permasalahan rendahnya efisiensi reproduksi termasuk gangguan
reproduksi yaitu kawin berulang ( repaet breeding) sering terjadi pada sapi di
Indonesia. Kawin berulang merupakan suatu keadaan sapi betina yang mengalami
kegagalan untuk bunting setelahdikawinkan tiga kali atau lebih dengan pejantan
fertil tanpa adanya abnormalitas yang teramati.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat prevalensi kawin
berulang pada sapi aceh di Kabupaten Pidie. Mengetahui faktor manajemen
perkawinan yang memengaruhi kejadian repeat breeding pada sapi aceh di
Kabupaten Pidie. Mengetahui faktor manajemen pemeliharaan yang memengaruhi
kejadian repeat breeding pada sapi aceh di Kabupaten Pidie. Penelitian ini
adalah jenis penelitian dalam bentuk studi observasi dengan pendekatan kajian
cross-sectional. Teknik pengambilan sampel secara acak sederhana. Sampel yang
diambil adalah semua sapi aceh betina yang di inseminasi buatan berdasarkan
riwayat recording pelaksanaan IB pada sapi dari inseminator. Pengumpulkan data
sekunder berupa recording sapi aceh dari masing-masing inseminator. Sedangkan
data primer hasil wawancara kepada inseminator dan peternak sapi aceh yang
ada di Kabupaten Pidie. Data yang diperoleh dan dianalisis dengan perhitungan
odd ratio ( OR) untuk mengetahui hubungan faktor yang diduga memengaruhi
kejadian kawin berulang pada sapi aceh dan dilanjutkan dengan uji chi-square
untuk menguji tingkat signifikan dengan menggunakan program SPSS
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada sapi aceh di Kabupaten Pidie
tingkat prevalensi kawin berulang atau repeat breeding sebesar 58,3%.
Kemudian berdasarkan hasil analisa kuisioner menunjukkan bahwa parameter
yang mempunyai asosiasi berbeda nyata dengan kejadian kawin berulang adalah
Pengetahuan estrus, Jenis lantai kandang,Sumber air dan pengandangan
menjelang kelahiran. Sementara itu faktor pelaporan estrus, ternak bunting
dipelihara,tempat pakan dan minum.cara pemeliharaan, saluran pembuangan,
kebersihan lingkungan kandang tidak berpengaruh terhadap kawin berulang.
Tidak Tersedia Deskripsi
PERBANDINGAN KONSENTRASI INTERFERON-TAU PADA SAPI ACEH REPEAT BREEDING BUNTING DAN REPEAT BREEDING GAGAL BUNTING (Widia Fitri, 2019)
MORFOLOGI DAN MORFOMETRI ORGAN REPRODUKSI BETINA SAPI ACEH YANG MENGALAMI REPEAT BREEDING (AQMARINA MAZAYA, 2018)
PERBEDAAN VISKOSITAS MUCOUS SERVIKS DAN TIPOLOGI FERNING (POLA PAKIS) PADA SAPI ACEH REPEAT BREEDING DAN FERTIL (Marcelus Ferdinandez Titit, 2023)
IMUNOLOKALISASI DAN EKSPRESI RESEPTOR ESTROGEN ALPHA (ER?) DAN PROGESTERON A (PR-A) PADA OVIDUCT SAPI ACEH REPEAT BREEDING DAN NON REPEAT BREEDING (Rizki Akbar Siagian, 2019)
ISOLASI DAN IDENTIFIKASI BAKTERI GRAM NEGATIF PADA UTERUS SAPI ACEH YANG MENGALAMI REPEAT BREEDING (Indi Rafika, 2017)